— JAKARTA – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghentikan sementara operasional penerbangannya hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9/2026). Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memantau informasi terkini mengenai status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan. Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Situasi di Terminal 3 Bandara Soetta pada Senin pagi terpantau masih dipadati calon penumpang yang menunggu perkembangan informasi. Sejumlah penerbangan tercatat mengalami pembatalan, sebagaimana terlihat pada papan informasi bandara. Para penumpang berupaya mendapatkan kejelasan dari petugas mengenai kapan operasional penerbangan akan kembali normal.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memengaruhi Bandara Soetta. Menurut pengumuman resmi Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama, beberapa bandara lain juga mengalami penutupan sementara hingga pukul 18.00 WIB. Bandara-bandara tersebut antara lain Bandara Radin Inten II Lampung (TKG), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO), Bandara Budiarto Curug (RTO), Bandara Pondok Cabe (PCB), dan Bandara M. Taufik Kiemas (TFY).

Abu vulkanik dari erupsi gunung api dinilai sangat berbahaya bagi penerbangan. Partikel halus abu vulkanik dapat masuk ke dalam mesin pesawat, menyebabkan gangguan serius, bahkan berpotensi mengurangi tenaga mesin. Selain itu, abu vulkanik juga dapat memengaruhi jarak pandang pilot, sehingga penyesuaian jadwal dan operasional penerbangan menjadi krusial demi menjaga keselamatan.

Menanggapi situasi ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mendukung mobilitas penumpang. Bandara-bandara yang disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam ini meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo di Solo. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh maskapai sebagai solusi sementara hingga kondisi di bandara terdampak kembali normal.