Koridor.co.id — TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, memperpanjang penutupan sementara menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini berdampak pada ribuan penumpang yang terpaksa bertahan di bandara, menanti informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan mereka.
Salah seorang calon penumpang, Feri, yang berasal dari Pekalongan dan hendak menuju Taiwan, mengaku tetap datang ke bandara meskipun telah mengetahui penutupan. Ia berharap ada kemungkinan penerbangannya tetap dapat berjalan. “Asal dari Pekalongan. Mau ke Taiwan. Soalnya kan jadwalnya kan hari ini saya penerbangan. Siapa tahu kan kalau buka. Soalnya kalau pulang pergi bolak-balik bahaya mahal, ongkosnya,” ujar Feri kepada wartawan di Bandara Soetta, Senin (7/9/2026).
Feri menambahkan bahwa informasi yang diterimanya saat ini adalah penerbangannya mengalami penundaan (delay). Ia masih memilih menunggu di bandara demi memantau perkembangan situasi. “Hari ini, baru. Dari Pekalongan langsung ke sini, ke bandara. (Penerbangan) Delay. Ya lihat situasi dulu lah nanti (refund atau nggaknya). Saya sih masih berharap. Masih mantau-mantau,” ungkapnya.
Situasi serupa dihadapi oleh Kusmiadi, seorang sopir pribadi yang bekerja di Jeddah. Berangkat dari Sukabumi, ia memilih bertahan di Bandara Soetta bahkan hingga menginap. Perjalanannya menuju Jeddah, dengan transit di Dubai, terhambat sejak kemarin. “Ini dari Sukabumi, rencananya mau ke berangkat ke Jeddah, transit Dubai. Udah satu hari satu malam di sini dari kemarin. Penerbangannya kemarin rencananya menurut jadwal jam 17.40 WIB,” jelasnya.
Kusmiadi mengungkapkan harapannya agar kondisi cuaca segera membaik sehingga penerbangannya tidak tertunda lebih lama lagi. “Tapi kan mungkin situasi sekarang gimana cuacanya kan lagi gini, mungkin enggak bisa delay pesawatnya gitu. Belum ada ketentuan lagi, delay-delay aja gitu,” tuturnya.
Meskipun menghadapi ketidakpastian, Kusmiadi masih menyimpan harapan untuk dapat segera terbang ke Jeddah. “Iya, masih ada harapan mungkin,” tutupnya.
Ikuti Koridor.co.id
