Koridor.co.id — JAKARTA – Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau seluruh warganya untuk tidak lupa mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dapat dipicu oleh sebaran abu vulkanik. Imbauan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Sachrudin menyampaikan imbauan tersebut secara langsung saat membagikan masker kepada warga di kawasan Tugu Adipura. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta konsisten dalam menerapkan langkah-langkah perlindungan diri selama menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk memastikan penanganan dampak abu vulkanik berjalan optimal, Sachrudin juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang untuk turun langsung ke lapangan.
Para pegawai diminta untuk tidak hanya sekadar memberikan imbauan, tetapi juga dituntut proaktif memantau kebutuhan warga dan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Dalam aksi tanggap darurat yang digelar di Tugu Adipura, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang turut berpartisipasi dengan membagikan sedikitnya 2.800 masker jenis KF94 kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi dampak abu vulkanik, meskipun butiran abu yang sampai di wilayah Tangerang tergolong sangat halus. Selain penggunaan masker, warga juga disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menjaga kebersihan tangan, serta mengenakan kacamata pelindung untuk mencegah terjadinya iritasi pada mata.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto. Ia mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Tangerang, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upaya penanganan dampak abu vulkanik serta pendistribusian logistik kesehatan. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.
Abu vulkanik sendiri tersusun dari partikel batuan mikroskopis dan silika halus yang sangat mudah terbawa oleh angin hingga radius puluhan kilometer dari kawah erupsi. Ketika terhirup, materi halus ini berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan akut seperti ISPA. Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan penderita asma, menjadi pihak yang paling berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Mengingat Kota Tangerang berjarak relatif dekat dengan jalur sebaran angin dari Selat Sunda, wilayah ini menjadi salah satu kawasan penyangga yang terdampak oleh hujan abu vulkanik pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah melalui pembagian alat pelindung diri dan edukasi mengenai protokol kesehatan menjadi langkah krusial untuk menekan angka kesakitan di kalangan masyarakat perkotaan.
Ikuti Koridor.co.id
