Koridor.co.id — Jakarta – Sejumlah warga Jakarta mengeluhkan kesulitan mendapatkan masker jenis KN95 menyusul penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda berbagai wilayah, termasuk ibu kota. Kelangkaan ini mendorong warga mencari alternatif masker lain.
Kholid, salah seorang warga, menceritakan pengalamannya mencari masker KN95 di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ia telah mengunjungi tujuh hingga delapan toko, namun semuanya menyatakan stok masker jenis tersebut telah habis. “Kosong semua, yang KN95 ya. Nggak ada sekarang di toko-toko lain,” keluhnya.
Akibatnya, Kholid memutuskan untuk membeli masker KF94. Ia mendapatkan satu boks berisi 25 masker dengan harga Rp 85 ribu. “Ini aja udah Rp 85 ribu. Cuma untung di sini (isinya) 25. Buat kantor masalahnya. Cuma lima boks dulu lah,” ujarnya sambil menunjukkan masker yang dibelinya.
Warga lain bernama Puji juga mengalami hal serupa. Awalnya ia mencari masker KN95 di daerah Bintaro, Jakarta Selatan, namun tidak menemukannya. Pindah ke Pasar Pramuka pun ia tidak berhasil mendapatkan masker jenis tersebut. Ia kemudian memilih membeli masker bedah biasa.
Puji mengaku sempat mengalami batuk karena sempat beraktivitas di luar ruangan tanpa masker saat abu vulkanik mulai menyebar. “KN95 berlapis-lapis ya. Jadi biar lebih sehat aja. Ini saya beli dua aja dulu nih. Entar saya keliling lagi saya di sini,” tuturnya.
Pantauan di Pasar Pramuka pada Senin (7/9) pukul 11.30 WIB menunjukkan banyak warga berkeliling menanyakan ketersediaan masker kepada para penjual, mencari berbagai opsi yang tersedia di kios-kios.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah mengeluarkan imbauan kepada warga terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan diri.
Berikut adalah enam poin imbauan dari Seskab yang disampaikan pada Minggu (6/9):
- Apabila hendak ke luar rumah, gunakan masker yang tepat, seperti masker N95 atau KN95, untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik.
- Hendaknya gunakan kacamata pelindung dan hindari penggunaan lensa kontak/softlens.
- Kurangi berada di ruang terbuka terlalu lama selama kondisi udara masih dipenuhi debu vulkanik.
- Kurangi kecepatan & tingkatkan kewaspadaan saat berkendara. Debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membuat permukaan jalan licin.
- Cuci tangan & wajah setelah dari ruang terbuka.
- Demi keselamatan, penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB. (Update terkait perubahan tujuan/kompensasi akan disampaikan secara berkala oleh Kemenhub).
Ikuti Koridor.co.id
