Koridor.co.id — Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih ditutup sementara imbas abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini menyebabkan penerbangan dari dan ke Bandara Soetta harus dialihkan ke enam bandara alternatif yang telah disiapkan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau seluruh maskapai, baik domestik maupun internasional, untuk memanfaatkan bandara-bandara alternatif. “Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk menggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo. Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal,” kata Dudy seperti dikutip dari situs resmi Kemenhub.
Keenam bandara alternatif tersebut berlokasi di:
- Bandara Juanda di Jawa Timur
- Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah
- Bandara Internasional Yogyakarta di Yogyakarta
- Bandara Adisutjipto di Yogyakarta
- Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah
- Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat
Dudy menjelaskan bahwa penutupan operasional Bandara Soetta diperkirakan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB hari ini, namun dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik. “Berdasarkan data terbaru dari BMKG, kami memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. Namun demikian kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG. Apabila terjadi perubahan, kami akan segera menginformasikannya. Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik,” ujarnya.
Selain Bandara Soetta, beberapa bandara lain juga terdampak oleh sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Bandara-bandara tersebut meliputi:
- Bandara Radin Inten II di Lampung
- Bandara Budiarto di Banten
- Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta
- Bandara Pondok Cabe di Banten
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung
- Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat
Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sempat ditutup, kini telah kembali beroperasi normal sejak pukul 09.00 WIB. Dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara keseluruhan telah memengaruhi sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang. Data ini merupakan akumulasi sejak 5 September 2026, mencakup pembatalan, penundaan, dan pengalihan penerbangan. Di bandara yang ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sementara di bandara lain yang mengalami penyesuaian rute, tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.
Ikuti Koridor.co.id
