— Harga emas diprediksi akan menghadapi ujian krusial pada pekan ini setelah mengalami tekanan selama dua minggu berturut-turut. Koreksi hampir 9% dari level tertingginya pada Agustus lalu membuat reli harga emas terancam kehilangan momentumnya. Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026), harga emas ditutup jatuh 0,98% ke level US$ 4.430,25 per ons troi. Angka ini melanjutkan pelemahan di pekan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,56%.

Menurut Michael Boutros, Senior Technical Strategist Forex.com, penurunan tajam emas saat ini merupakan ujian besar pertama terhadap reli yang terbentuk sejak Agustus. Ia menekankan bahwa kemampuan emas untuk bertahan di area support penting akan menjadi penentu apakah tren kenaikan masih memiliki ruang untuk berlanjut.

Sebelumnya, harga emas sempat mencatat kenaikan selama tiga pekan berturut-turut sebelum kehilangan momentum di sekitar level US$4.681 per ons troi. Setelah mencapai area tersebut, emas kemudian mengalami koreksi lebih dari 8,8%.

Penurunan ini sempat membawa harga emas mendekati level US$4.319 per ons troi, yang diidentifikasi sebagai salah satu area penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. “Harga emas perlu mempertahankan area tersebut agar peluang melanjutkan reli tetap terbuka,” ungkap Boutros dalam risetnya.

Tekanan terhadap emas semakin menguat setelah data tenaga kerja AS yang dirilis pada Jumat (4/9/2026) menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih relatif tangguh. Data ini kembali mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), yang pada gilirannya menopang penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Pasca rilis data tenaga kerja AS, Boutros menyebutkan bahwa fokus pasar kini beralih ke data inflasi. Producer Price Index (PPI) untuk bulan Agustus akan dirilis pada Kamis (10/9/2026), diikuti oleh Consumer Price Index (CPI) Agustus pada Jumat (11/9/2026).

Kedua data inflasi ini dianggap sangat penting karena berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dalam pertemuan bulan September. Boutros menjelaskan bahwa data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar AS secara bersamaan, sekaligus memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.

“Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menciptakan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat,” tambahnya.

Analisis Teknikal Emas

Sebelumnya, pasar sempat melihat peningkatan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Laporan dari Reuters menyebutkan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September meningkat pasca rilis data tersebut.

“Tetaplah waspada menjelang rilis data inflasi dan perhatikan penutupan mingguan untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya,” kata Boutros.

Meskipun momentum emas terlihat melemah, Boutros menegaskan bahwa peluang untuk kembali menguat belum sepenuhnya tertutup. Ia mencatat bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian dan mingguan masih berada di wilayah positif.

Dari sisi teknikal, emas perlu kembali menembus area US$ 4.492-4.533 per ons troi untuk memperbaiki momentumnya. Selanjutnya, penembusan level US$ 4.681 per ons troi menjadi target penting yang dapat membuka jalan menuju level target berikutnya.

“Jika mampu melewati level tersebut, emas berpeluang bergerak menuju kisaran US$ 4.855- 4.894 per ons troi, sebelum mengarah ke target sekitar US$ 5.037 per ons troi,” jelasnya. Boutros bahkan melihat peluang emas menuju US$ 4.900 per ons troi apabila momentum kenaikan kembali terbentuk.

Namun, risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Jika emas menembus ke bawah level US$ 4.319 per ons troi, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju US$ 4.175 per ons troi. “Level US$ 4.175 menjadi batas penting. Penembusan ke bawah level tersebut dapat membatalkan prospek reli Agustus dan membuka peluang emas menguji kembali area US$ 4.018 per ons troi,” tutupnya.