Koridor.co.id — Zurich – Di tengah gelombang kritik dan desakan mundur, Gianni Infantino dipastikan akan tetap maju dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan pada tahun 2027.
Infantino saat ini tengah menjadi sorotan tajam menyusul rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta yang akhirnya dibatalkan. Meskipun rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan, insiden ini telah memicu mosi tidak percaya dari sejumlah anggota FIFA.
Banyak pihak mendesak Infantino untuk mengundurkan diri dari jabatannya, dengan alasan bahwa tindakannya dianggap mencederai integritas sepak bola. UEFA, salah satu badan sepak bola terbesar di Eropa, secara vokal menentang pencalonan kembali Infantino untuk posisi puncak FIFA tahun depan.
Namun, Infantino tampaknya belum berencana untuk menyerah. Ia telah mengonfirmasi kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di badan sepak bola dunia tersebut.
Infantino mengklaim telah mengantongi dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), CONMEBOL, dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) untuk maju kembali. Syarat utama untuk memenangkan pemilihan adalah meraih setidaknya dua per tiga suara dari total 211 anggota resmi FIFA, yang berarti sekitar 141 suara.
“Presiden FIFA sudah mengumumkan pada April lalu bahwa dia akan ikut pemilihan lagi pada 2027. Pastinya itu tidak berubah sampai sekarang. Tuan Infantino akan ikut pemilihan lagi,” ujar juru bicara FIFA kepada The Athletic.
Gianni Infantino pertama kali menjabat sebagai Presiden FIFA pada tahun 2016, menggantikan Sepp Blatter yang saat itu tersandung berbagai skandal. Sejak memimpin, Infantino berhasil memenangi pemilihan presiden FIFA pada tahun 2019 dan kembali terpilih pada tahun 2023.
Ikuti Koridor.co.id
