Koridor.co.id — JAKARTA – Investor asing kembali memborong saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pada Jumat, 4 September 2026, membukukan net buy senilai Rp 360,45 juta. Aksi beli ini berbanding terbalik dengan tiga hari bursa sebelumnya yang cenderung mencatat net sell.
Secara kumulatif sepanjang pekan lalu, 31 Agustus hingga 4 September, saham GGRM mencatatkan net buy asing sebesar Rp 23,85 miliar. Kenaikan ini mengantarkan harga saham GGRM melonjak 2,82% ke level Rp 20.075. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan pekan sebelumnya, 24-28 Agustus, di mana saham GGRM justru tertekan turun 5,56% dengan net sell asing Rp 3,09 miliar.
Saham Gudang Garam sendiri masih terdaftar dalam Indeks MSCI Small Cap.
Proyeksi Laba Bersih yang Meroket
Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia M, memperkirakan laba bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan menguat tajam pada 2026 dan terus bertumbuh pada 2027. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi biaya yang signifikan dan pemulihan margin yang kuat. Proyeksi laba bersih GGRM pada 2026 diprediksi mencapai Rp 4,6 triliun, dan meningkat menjadi Rp 5,3 triliun pada 2027.
Catherine menaikkan proyeksi laba bersih Gudang Garam tahun ini sebesar 32,3% dan estimasi laba bersih 2027 sebesar 20,9%. Dengan revisi ini, laba bersih emiten berkode GGRM tersebut pada 2026 diperkirakan melonjak 198,4% secara tahunan (yoy). Pada 2027, laba bersih diproyeksikan kembali tumbuh 15,5% yoy.
“Proyeksi tersebut mengikuti kinerja laba semester I-2026 yang jauh melampaui ekspektasi. GGRM membukukan laba bersih Rp 3 triliun atau melonjak tinggi 2.440,2% yoy,” tulis Catherine dalam risetnya, Senin (24/8/2026).
Realisasi laba semester I-2026 tersebut telah mencapai 64,1% dari proyeksi MNC Sekuritas dan 68,5% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026. Lonjakan laba GGRM pada periode ini ditopang oleh efek basis rendah dan pemulihan margin yang kuat, meskipun permintaan inti masih lemah yang menyebabkan pendapatan GGRM turun 7,2% yoy menjadi Rp 41,2 triliun.
Efisiensi Biaya Jadi Kunci Pemulihan Laba
Pemulihan laba Gudang Garam terutama berasal dari efisiensi biaya. Harga pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) turun 13,3% yoy, lebih dalam dibandingkan penurunan pendapatan. Beban cukai juga berkurang 14% yoy.
Selain itu, beban operasional (operating expenses/opex) turun tajam 33,8% yoy, yang ditopang oleh penurunan beban karyawan sebesar 27,2% yoy. Jumlah karyawan GGRM per Juni 2026 tercatat sekitar 21.100 orang, turun dari sekitar 27.000 orang pada Juni 2025.
“Beban pokok pendapatan yang turun lebih cepat daripada pendapatan, ditambah komposisi produk yang lebih baik, membantu pemulihan margin. Penurunan opex kemudian membuat perbaikan tersebut ikut tercermin pada laba bersih,” jelas Catherine.
MNC Sekuritas menilai kondisi ini menunjukkan struktur biaya GGRM semakin ramping dan menjadi salah satu penopang utama pemulihan laba.
Rekomendasi Saham dan Target Harga
Menteri Keuangan Purbaya mengindikasikan pemerintah tidak berencana menaikkan atau menurunkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2027. Fokus kebijakan akan bergeser pada stabilitas industri dan pengawasan yang lebih ketat.
Catherine menilai indikasi tidak berubahnya tarif cukai pada 2027 dapat membantu meredakan tekanan terhadap profitabilitas GGRM. Meski demikian, lonjakan laba bersih Gudang Garam belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan permintaan. Pendapatan pada semester I-2026 masih turun akibat tekanan pada portofolio utama produk rokok.
Oleh karena itu, MNC Sekuritas tetap berhati-hati terhadap keberlanjutan pemulihan permintaan inti. Pertumbuhan laba saat ini lebih banyak ditopang oleh perbaikan struktur biaya dibandingkan ekspansi pendapatan. Keberhasilan GGRM menjaga efisiensi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan laba pada 2027.
Seiring dengan revisi naik proyeksi laba, MNC Sekuritas meningkatkan rekomendasi saham GGRM dari hold menjadi buy. Target harga saham GGRM dipatok sebesar Rp 24.700. Target harga ini mencerminkan price to earnings ratio (PE) sebesar 10,2 kali untuk proyeksi 2026 dan 8,9 kali untuk 2027, serta price to book value (PBV) masing-masing 0,7 kali untuk tahun 2026 dan 2027.
MNC Sekuritas menilai perbaikan laba yang ditopang efisiensi biaya serta imbal hasil dividen yang menarik masih memberikan ruang bagi potensi kenaikan harga saham Gudang Garam (GGRM).
Ikuti Koridor.co.id
