— Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung terbatas pada pekan ini. Rentang pergerakan IHSG diperkirakan berada di antara level resistance 6.750, pivot 6.650, dan support 6.500.

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas tetap merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan (cuan). Salah satu saham yang disorot adalah PT Java Pratama Finansial Tbk (JPFA).

Perlambatan pergerakan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen global. Indeks saham di Wall Street dilaporkan ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. Data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 16 September 2026. Data nonfarm payrolls Agustus 2026 tercatat sebanyak 162 ribu, jauh melampaui estimasi 53 ribu.

Tingkat pengangguran di AS dilaporkan stabil di angka 4,1%. Kondisi ini berdampak pada kenaikan yield obligasi Amerika Serikat. Yield obligasi dengan tenor 2 tahun, yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, mencapai level tertinggi sejak Januari 2025 di 4,377%. Sementara itu, yield obligasi 10 tahun naik lebih dari 2 basis poin menjadi 4,784%.

Di pasar komoditas, harga emas spot sempat mengalami penurunan signifikan sebesar 2,2% menjadi US$ 4.376 per ons troi pada Jumat. Namun, harga minyak tercatat menguat tipis di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa pasar Wall Street akan libur pada Senin, 7 September 2026, dalam rangka memperingati Hari Buruh. Investor akan mengalihkan perhatian pada data inflasi AS untuk bulan Agustus 2026, yang diprediksi akan mengalami akselerasi menjadi 0,4% month-on-month (MoM) dari sebelumnya 0,1% MoM. Data ini dijadwalkan rilis pada Jumat, 11 September 2026.

Menjelang pertemuan The Fed pekan depan, di tengah meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga, Pemerintahan Trump dikabarkan berupaya melakukan intervensi. Presiden Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS, kecuali jika The Fed menurunkan suku bunga acuan.

Selain itu, dinamika di pasar minyak Teluk Persia menyusul aksi serangan antara AS dan Iran juga akan menjadi perhatian. Di Eropa, European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pekan ini.

Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa sejumlah data ekonomi penting akan dijadwalkan rilis pekan ini. Data tersebut meliputi indeks keyakinan konsumen pada Rabu, 9 September 2026, retail sales pada Kamis, 10 September 2026, dan penjualan mobil pada Jumat, 11 September 2026.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,47% ke level 6.636 pada Jumat, 4 September 2026. Indikator Stochastic RSI terpantau berada di area overbought, namun histogram MACD masih berada di zona positif.

“Diperkirakan IHSG pekan ini akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 6.500-6.750,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpeluang memberikan keuntungan, yaitu PT Java Pratama Finansial Tbk (JPFA), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (INET), PTacionais Prima Energi Tbk (PTRO), PT Cipta Usaha Sejati Tbk (CUAN), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMAS).