Koridor.co.id — Kotawaringin Timur – Kemunculan orang utan di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam sepekan terakhir telah menarik perhatian warga.
Satwa yang dilindungi ini muncul tidak jauh dari area yang sebelumnya dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Muncul dugaan bahwa terganggunya habitat akibat kebakaran membuat orangutan bergerak mendekati kawasan perkebunan warga.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara karhutla dengan kemunculan satwa tersebut. Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menyatakan bahwa lokasi kemunculan orang utan berbeda dengan titik kebakaran.
“Di Jalur 2 Desa Bapanggang. Kebakaran saat itu terjadi di Jalur 7,” kata Muriansyah. Ia menambahkan, orang utan tidak terlihat berada di lokasi yang sedang terbakar, sehingga BKSDA masih memerlukan pemantauan lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kemunculan satwa tersebut.
Kemunculan orang utan sempat direkam oleh warga. Di sekitar lokasi, terlihat sejumlah anakan sawit berserakan. Umbut sawit yang diduga dimakan satwa tersebut juga ditemukan dalam kondisi telah dikonsumsi.
Selain orang utan, BKSDA Resort Sampit juga menerima laporan aktivitas satwa liar lain di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Hewan liar yang dilaporkan merusak tanaman anakan sawit dan memakan bagian umbut sawit milik warga ini diduga kuat merupakan beruang madu.
Meskipun demikian, BKSDA masih melakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan jenis satwa yang beraktivitas di kawasan perkebunan tersebut.
Ikuti Koridor.co.id
