Koridor.co.id — Tasikmalaya – Revitalisasi Tugu Koperasi yang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat gerakan koperasi nasional. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memanfaatkan momen ini untuk memperkuat ekosistem koperasi dengan memperluas akses pembiayaan di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya. Kawasan bersejarah ini juga ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Tugu Koperasi sendiri merupakan lokasi bersejarah penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947, yang menjadi tonggak lahirnya gerakan koperasi dengan semangat ekonomi kerakyatan berlandaskan gotong royong.
Menteri Ferry Juliantono menegaskan bahwa revitalisasi Tugu Koperasi lebih dari sekadar pelestarian bangunan bersejarah. Upaya ini bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat. Kawasan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus pengingat peran strategis koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi berbagai pihak.
Senada dengan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan penetapan Tugu Koperasi sebagai Cagar Budaya Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa. Ia menilai Kongres Koperasi 1947 di Tasikmalaya merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi rakyat yang berakar pada budaya gotong royong. Revitalisasi kawasan ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah dan menginspirasi generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, serta Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik revitalisasi ini, yang akan mengukuhkan Tasikmalaya sebagai kota bersejarah lahirnya gerakan koperasi Indonesia. Kawasan Tugu Koperasi akan dikembangkan menjadi ruang edukasi sejarah, destinasi wisata, sekaligus ikon kota yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi.
LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan
Dalam rangkaian acara tersebut, LPDB Koperasi membuka Booth Konsultasi Coaching Clinic Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir di kawasan Tugu Koperasi. Layanan ini memberikan kesempatan bagi para pengurus koperasi untuk berkonsultasi langsung mengenai mekanisme, persyaratan, dan skema pembiayaan dana bergulir yang dapat memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kapasitas usaha koperasi.
Antusiasme tinggi terlihat dari para pengurus koperasi yang memanfaatkan booth konsultasi LPDB Koperasi. Melalui layanan ini, LPDB Koperasi berupaya memperluas akses informasi pembiayaan dan mempercepat lahirnya koperasi-koperasi yang sehat, produktif, serta mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan bahwa revitalisasi Tugu Koperasi harus menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat masa depan koperasi melalui akses pembiayaan yang lebih luas. “Semangat yang lahir dari Kongres Koperasi 1947 harus terus diterjemahkan dalam aksi nyata. LPDB Koperasi hadir untuk memastikan koperasi tidak hanya memahami sejarahnya, tetapi juga memiliki akses terhadap pembiayaan yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Melalui coaching clinic ini, kami ingin semakin banyak koperasi yang naik kelas dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Krisdianto menambahkan, kehadiran LPDB Koperasi di tengah momentum revitalisasi Tugu Koperasi menjadi simbol kesinambungan antara nilai-nilai perjuangan koperasi dengan upaya penguatan ekosistem pembiayaan koperasi di era modern. Revitalisasi Tugu Koperasi dan penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk memperkuat koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Sejalan dengan komitmen tersebut, LPDB Koperasi akan terus memperluas akses pinjaman dan pembiayaan dana bergulir agar semakin banyak koperasi mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Ikuti Koridor.co.id
