— Jakarta – Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, mendesak agar rekening milik aktivis asal Kabupaten Pati, Supriyono alias Botok, segera diaktifkan kembali. Ia menegaskan bahwa pemblokiran rekening tersebut tidak memiliki kaitan dengan unsur pidana.

Habiburokhman menyatakan bahwa Komisi III DPR, atas arahan pimpinan, telah mencermati kasus ini dan berpandangan bahwa rekening tersebut sebaiknya dapat diakses kembali oleh pemiliknya. “Karena menurut kami, ya, tidak ada hal ihwal terkait pidana, ya, masalah tersebut,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Atas dasar tersebut, Habiburokhman meminta pihak kepolisian dan Bank Mandiri untuk segera mengambil tindakan pengaktifan kembali rekening Supriyono. Ia berharap agar Supriyono dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala setelah rekeningnya pulih. “Kami harapkan segera, Pak, rekening tersebut bisa digunakan oleh Pak Botok ya. Karena mungkin beliau ada keperluan untuk beraktivitas dan menyampaikan pendapat, segera maksudnya kalau bisa hari ini, Pak. Hari ini, ya,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman juga menekankan pentingnya hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat atau melakukan demonstrasi. “Kita tahu namanya menyampaikan pendapat ya, selama masih dalam koridor hukum adalah hal yang dilindungi di negeri ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut. “Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti, Pak Direskrimum, apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi,” jelas Riduan.

Riduan juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada tindakan dari pihaknya yang dinilai kurang berkenan di mata publik. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri akan senantiasa memegang amanah sebagai bank yang sehat dan prudent dalam menjalankan operasionalnya. “Kami akan selalu memegang amanah daripada nasabah dan masyarakat dengan baik untuk menyelenggarakan pelaksanaan perbankan secara prudent, sehat, dan memberikan layanan terbaik,” pungkas Riduan.