Koridor.co.id — JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026) siang untuk meninjau langsung penanganan pascagempa bermagnitudo 7,7. Kunjungan ini dilakukan dengan menggunakan helikopter dari Bandara Internasional Komodo menuju helipad Batalyon Yonif TP 834/WMN.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo beserta rombongan langsung menuju sebuah tenda yang telah disiapkan. Setelah menyalami sejumlah pejabat yang hadir, rapat penanganan bencana pun dibuka oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam pembukaannya, Teddy menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di posko penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen Suharyanto, serta Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo bertujuan untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat terdampak bencana. Hal ini juga sebagai upaya untuk memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga berjalan lancar. Prasetyo menambahkan, kunjungan ini juga penting untuk memastikan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores.
“Bapak Presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana,” ujar Prasetyo dalam keterangannya pada Rabu (26/8/2026). Ia juga menekankan penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. Beberapa di antaranya adalah RS kapal KRI Soeharso-990 milik TNI AL yang telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga yang berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, rumah sakit lapangan di tingkat daerah seperti RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo juga telah dioperasikan.
Ikuti Koridor.co.id
