Koridor.co.id — JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta tiga orang yang diduga berpura-pura memancing saat melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dibawa ke Jakarta. Langkah ini diambil untuk mendalami motif di balik tindakan tersebut.
Permintaan ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Lanud Roesmin Nasjudin, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (24/8). Dalam rapat tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku karhutla.
Menurut Herry, sejak 2025 hingga saat ini, kepolisian telah menangani puluhan kasus dengan lebih dari 100 tersangka. “Sejak tahun 2025 sampai sekarang, kita sudah melakukan pendekatan multi-door approach. Sudah ada 94 kasus atau laporan polisi, kemudian dengan 106 tersangka,” kata Herry.
Ia merinci pada tahun 2026, polisi telah menangani 33 laporan dengan 36 tersangka. Luas lahan yang terbakar dalam kasus-kasus tersebut mencapai 806,57 hektare. “Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang, 33 laporan polisi dan 36 tersangka dengan luas yang terbakar sejumlah 806,57 hektar,” ujarnya.
Herry menjelaskan bahwa seluruh kebakaran yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. “Kemudian untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai Karhutla yang disebabkan… semuanya disebabkan oleh manusia, Bapak,” katanya.
Ia menambahkan, modus yang sering digunakan, terutama oleh perusahaan besar, adalah memanfaatkan petani atau masyarakat kecil. Mereka berpura-pura memancing di lokasi kebakaran, kemudian melakukan pembakaran. “Ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran,” ujar dia.
Menanggapi laporan tersebut, Prabowo langsung menanyakan apakah kepolisian menemukan bukti atau indikasi keterlibatan korporasi dalam memberikan perintah. “Maaf Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?” tanya Prabowo.
Herry menjawab bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti keterlibatan korporasi. Namun, dalam penyelidikan kasus pada 2025, ditemukan sejumlah orang yang berada di lokasi kebakaran meski tidak memiliki kebun di tempat tersebut. “Sampai saat ini belum, Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada dua atau tiga orang,” jawabnya.
Ia menambahkan, orang-orang tersebut berada di lokasi dengan alasan memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di sana. “Dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ,” tambahnya.
Prabowo kemudian memastikan jumlah orang yang dimaksud oleh Herry. “Ada berapa orang?” tanya Prabowo. “Ada tiga orang pada tahun lalu, Bapak,” jawab Herry.
Mendengar hal tersebut, Prabowo menegaskan agar ketiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. “Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita dalami di sini,” tegas Prabowo. “Siap. Siap, Bapak,” jawab Herry.
Lebih lanjut, Prabowo meminta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk turut dilibatkan dalam proses pendalaman kasus modus pura-pura memancing untuk membakar lahan tersebut. “Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya,” kata Prabowo. “Siap,” jawab Herry.
Ikuti Koridor.co.id
