Koridor.co.id — JAKARTA – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengunjungi Heru Baskoro (84), putra dari pahlawan nasional pengetik naskah Proklamasi RI, Sayuti Melik. Kunjungan yang dilakukan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan Heru dan istrinya, Treyzia Noviani, serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Heru dan Treyzia saat ini tinggal sementara di STPL Bekasi karena keterbatasan ekonomi dan kesehatan. Heru sendiri mengalami penurunan penglihatan pada mata kanannya dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Wamensos Agus Jabo memberikan semangat dan jaminan bahwa pemerintah akan terus memperhatikan dan membantu Heru.
“Semoga cepat sehat, Pak Heru, ya. Pokoknya kita perhatikan terus,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020). Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendampingi Heru dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, termasuk masalah kesehatan dan urusan dana pensiun yang berkaitan dengan masa kerjanya di Kanada.
Agus menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memproses urusan yang berkaitan dengan Kanada. Sementara itu, untuk penanganan kesehatan Heru, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Jadi kita sudah koordinasi sama Kemenlu, ya, sedang diproses yang urusan dengan Kanada. Terus nanti urusan kesehatannya Pak Heru, kita berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan ya. Ya, pokoknya kita pantau terus perkembangannya Pak Heru ya,” jelasnya.
Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen untuk bersinergi dengan Kemenkes demi memberikan pendampingan yang komprehensif kepada Heru dan istrinya. “Sedang kita urus untuk proses kesehatannya dan kebutuhan-kebutuhan yang lain,” tegas Agus. Ia berharap semua proses berjalan lancar, baik urusan dengan Kanada maupun pemulihan kesehatan Heru.
Sebelumnya, Heru dan Treyzia telah dievakuasi dari rumah kontrakan mereka di Rawalumbu, Kota Bekasi, ke STPL Bekasi sejak 13 Juli lalu. Evakuasi ini dilakukan untuk memberikan bantuan residensial, rehabilitasi medis, dan psikososial setelah Kemensos menerima informasi mengenai kondisi hidup mereka yang penuh keterbatasan.
Kehidupan Heru dan istrinya sempat berkecukupan saat mereka tinggal di Kanada sebagai permanent resident dari tahun 2003 hingga 2024. Heru bekerja sebagai analis senior untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisinya berubah setelah kembali ke Indonesia pada 2024. Masalah pada mata kanannya menyebabkan penurunan penglihatan, dan sekitar enam bulan setelah berada di Indonesia, dana pensiunnya tidak lagi dibayarkan. Situasi ini memaksa Heru dan istrinya mengalami kesulitan finansial, bahkan menjual aset untuk bertahan hidup dan membiayai pengobatan.
Ikuti Koridor.co.id
