Koridor.co.id — JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi meluncurkan logo baru yang menampilkan gambar kepala singa. Perubahan identitas visual ini merupakan bagian dari proses transformasi partai untuk menghadapi dinamika zaman dan tantangan politik Indonesia ke depan.
Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Benny Rhamdani, menjelaskan bahwa pergantian logo partai politik merupakan hal yang lazim dilakukan. Namun, bagi Hanura, perubahan ini bukan sekadar memperbarui gambar atau identitas visual semata. “Ini merupakan bagian dari proses transformasi Partai Hanura untuk menghadapi perubahan zaman, perubahan karakter pemilih, dan tantangan politik Indonesia ke depan, tanpa meninggalkan nilai dasar yang sejak awal menjadi jiwa perjuangan partai politik yang bersumber dari hati nurani,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Benny menegaskan bahwa Hanura tidak ingin menjadi partai yang hanya aktif menjelang pemilihan umum. Partai ini berkomitmen untuk terus memperbarui cara kerja, komunikasi, kehadiran di tengah masyarakat, serta cara menerjemahkan ideologinya agar tetap relevan. “Perubahan logo merupakan simbol lahiriah dari perubahan yang lebih besar di dalam tubuh Partai Hanura, pembaruan organisasi, penguatan kader, modernisasi sistem politik, konsolidasi berbasis data, dan penegasan kembali keberpihakan kepada rakyat dan daerah,” jelas Benny.
Makna Kepala Singa
Simbol kepala singa yang kini menjadi logo utama partai dipilih karena melambangkan keberanian, keteguhan, daya juang, dan kepemimpinan. Benny Rhamdani menguraikan bahwa singa merepresentasikan keberanian dalam mengambil sikap serta menjadi pelindung bagi aspirasi rakyat dan kehendak daerah.
“Bagi Partai Hanura, keberanian politik bukan keberanian untuk berkuasa semata. Keberanian harus diwujudkan dalam keberpihakan: keberanian membela rakyat ketika kepentingannya terpinggirkan, keberanian memperjuangkan daerah ketika pembangunan terlalu tersentralisasi, keberanian mengoreksi kekuasaan ketika menjauh dari kepentingan rakyat, dan keberanian menjaga Indonesia sebagai negara yang adil bagi seluruh wilayah dan seluruh warga negaranya,” papar Benny.
Berpihak pada Daerah
Logo baru ini juga membawa pesan kuat tentang keberpihakan partai kepada daerah. Benny menekankan pentingnya memperkuat daerah sebagai fondasi kekuatan Republik Indonesia. “Kami percaya Indonesia tidak akan kuat apabila daerahnya lemah. Republik ini dibangun bukan hanya dari Jakarta, tetapi dari desa, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, pulau-pulau terluar, kawasan perbatasan, serta jutaan rakyat yang hidup dan bekerja jauh dari pusat kekuasaan. Memperkuat daerah berarti memperkuat Republik Indonesia,” imbuhnya.
Benny memastikan bahwa pergantian logo bukan berarti meninggalkan sejarah Hanura. Sebaliknya, partai ini membawa nilai-nilai yang diyakini benar ke dalam bahasa politik yang lebih kuat dan relevan bagi generasi sekarang. “Hati Nurani tetap menjadi jiwa Hanura. Yang berubah adalah energi, ekspresi, cara bergerak, dan cara kami menghadirkan perjuangan itu kepada rakyat,” tegasnya.
Partai Hanura kini memasuki fase baru dengan organisasi yang lebih modern, kader yang lebih disiplin, kedekatan yang lebih erat dengan rakyat, keberanian lebih dalam menyuarakan kepentingan daerah, dan posisi politik yang lebih jelas. “Jadi kalau ditanya mengapa Hanura mengganti logo, jawabannya sederhana, karena kami sedang memperbarui wajah perjuangan, bukan mengganti jiwa perjuangan,” pungkas Benny.
Ikuti Koridor.co.id
