Koridor.co.id — Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan komitmennya dalam menghadapi dampak musim kemarau di wilayah Kalimantan. Langkah konkret diambil melalui penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan serta penanganan aktif terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kementeriannya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla. Hal ini dilakukan dengan penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur dan sumber daya pendukung di lapangan.
“Kementerian PUPR tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan adalah Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Akibat minimnya curah hujan, ketersediaan sumber air bersih bagi warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya menurun drastis.
Kondisi ini memengaruhi sekitar 115 kepala keluarga atau 230 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat, telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter. Bantuan ini ditujukan untuk kebutuhan minum, memasak, dan aktivitas rumah tangga lainnya selama periode kekeringan.
Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
Selain kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalimantan Selatan.
Kementerian PUPR, melalui BWS Kalimantan III Banjarmasin, turut serta dalam penanganan karhutla di dua lokasi strategis. Titik-titik tersebut meliputi Jalan Pemajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, dan Desa Trans Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.
Kebakaran di Jalan Pemajatan, Kabupaten Banjar, dilaporkan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Sementara itu, di Desa Trans Matang Hanau, Kabupaten Balangan, sekitar 3 hektare lahan terdampak api.
Guna mempercepat proses penanganan dan mencegah perluasan api, BWS Kalimantan III Banjarmasin telah mengerahkan personel Satgas Penanggulangan Bencana beserta alat pemadam portable ke lokasi kejadian. Upaya penanganan dilakukan dengan cepat untuk mengendalikan api dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.
Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi dampak musim kemarau. Kolaborasi ini penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi serta mendukung upaya pengendalian dan mitigasi bencana di wilayah-wilayah yang terdampak.
Melalui kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor, Kementerian PUPR berupaya menghadirkan dukungan infrastruktur dan sumber daya yang krusial bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Ikuti Koridor.co.id
