— JAKARTA – Sebuah kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Pinggir I, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/8/2026) sore. Warga setempat melaporkan bahwa api diduga berasal dari korsleting kabel listrik.

Menurut Ketua RT setempat, Zaini, api pertama kali terlihat dari kabel-kabel terbuka. “Ada api dari kabel-kabel terbuka, terus akhirnya jam 6 kuranglah ya, lampu redup. Redup, akhirnya dinyalakan sama dia, sama yang ngontrak. Akhirnya pas dinyalakan, tapi mati lagi, dinyalakan lagi, tahu-tahu ternyata ada percikan, gitu. Akhirnya besar tuh api, gitu. Jadi ibaratnya dari itu, dari korsleting listrik,” jelas Zaini.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 48 orang dari 4 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Tempat pengungsian sementara disediakan di musala setempat dan pos RW.

Salah seorang penghuni rumah, Liha, menceritakan kronologi saat dirinya mengetahui adanya kebakaran. “Dari arah luar sebelah kanan ada anak-anak muda pada teriak, ‘Kebakaran! Kebakaran!’ gitu. Terus saya keluar, oh ternyata posisi rumah saya itu kan selang satu rumah dari yang kebakaran itu, kan rumah ibu saya. Terus saya lihat ternyata udah ada api, api yang di bagian kiri atas,” ungkap Liha.

Liha menambahkan bahwa api dengan cepat membesar karena rumah tersebut berisi material yang mudah terbakar. Faktor angin kencang juga disebut mempercepat penyebaran api. “Angin itu sudah mengarah ke rumah yang sebelahnya yang kontrakan. Nggak lama kemudian udah mulai nih suara sepertinya ada parkiran motor, mungkin mengarah ke bensin dan gas. Dari sekitar 10 sampai 15 menit udah mulai membesar, udah nggak bisa dibendunglah itu api,” tuturnya.

Warga di lokasi sempat berupaya memadamkan api sebelum bantuan datang. Zaini mengapresiasi kecepatan respons petugas pemadam kebakaran. “Oh, alhamdulillah sih itu kita cepat ya. Ibaratnya biarpun kita jauh dari jalan raya, itu damkar mempunyai selang yang disediakan jangkauannya panjang. Alhamdulillah setelah api membesar, damkar langsung datang,” ujarnya.

Saat ini, warga terdampak kebakaran tengah mengungsi di musala dan pos RW. Sejumlah instansi dilaporkan telah menyalurkan bantuan, termasuk makanan dan alas tidur.