Koridor.co.id — Jakarta – Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menekankan pentingnya manfaat kehadiran kapal induk yang nantinya akan bernama KRI Gajah Mada bagi kemajuan industri pertahanan dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu aspek krusial yang diharapkan adalah transfer teknologi.
“Agar sumber daya manusia kita, baik para pelaut maupun insinyur, dapat belajar secara langsung dari proses ini,” ujar Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Ia menambahkan, “Dengan adanya alih teknologi, kita tidak hanya menerima kapal, tetapi juga mendapatkan peningkatan keahlian dan pengetahuan.”
Utut menjelaskan bahwa Komisi I DPR RI telah memproses persetujuan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut pada bulan sebelumnya, yang memang memerlukan kelengkapan administrasi melalui persetujuan parlemen.
“Kapal ini dijadwalkan tiba pada tanggal 15 September, dan prosesnya sudah berjalan,” katanya. Sebelumnya, TNI Angkatan Laut dipastikan akan segera menerima kapal induk baru yang akan diberi nama KRI Gajah Mada. Kapal ini merupakan eks-ITS Giuseppe Garibaldi dan dijadwalkan bertolak dari Italia pada Senin malam.
“Kami mohon doa restu, malam ini sekitar pukul 22.00, KRI Gajah Mada akan memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat kunjungan ke Kraton Majapahit, Jakarta Timur, pada Senin (24/8).
Laksamana Ali memaparkan bahwa kapal induk tersebut didatangkan langsung dari Italia dengan nama asli ITS Giuseppe Garibaldi. Perubahan nama menjadi KRI Gajah Mada akan resmi dilakukan setibanya di perairan Indonesia.
“Saat ini kapal tersebut masih bernama ITS Garibaldi dan menggunakan bendera Italia. Namun, begitu tiba di Indonesia, statusnya akan berganti menjadi KRI Gajah Mada,” jelasnya.
Ikuti Koridor.co.id
