Koridor.co.id — Jambi – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Bandara Sultan Thaha, Jambi. Kondisi ini menyebabkan penurunan jarak pandang yang signifikan, hingga memaksa dua pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Jambi dialihkan ke bandara tujuan lain.
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menjelaskan bahwa pengalihan penerbangan dilakukan demi menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru. Dua maskapai yang terdampak adalah Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 128 dan Citilink QG 966.
“Jarak pandang sempat turun sampai 800 meter. Untuk keselamatan, dua penerbangan yang menuju Jambi di alihkan ke bandara lain,” ujar Ardon pada Selasa (25/8/2026).
Pesawat Garuda Indonesia GA 128, yang seharusnya mendarat di Jambi pada pukul 13.40 WIB, dialihkan pendaratannya ke Bandara Hang Nadim, Batam. Sementara itu, pesawat Citilink QG 966, dengan jadwal kedatangan pukul 15.20 WIB, dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Ardon merinci bahwa Garuda Indonesia GA 128 mengangkut total 119 penumpang, sedangkan Citilink QG 966 membawa 164 penumpang.
Berdasarkan laporan kondisi penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi, jarak pandang pada pukul 14.00 WIB terpantau sekitar 1.500 meter. Angka ini terus menurun menjadi 1.000 meter pada pukul 14.30 WIB, dan mencapai titik terendah 800 meter pada pukul 15.00 WIB.
Ikuti Koridor.co.id
