— Jakarta – Pertamina Eco RunFest 2026 kembali diselenggarakan bukan sekadar sebagai ajang lari dan festival musik, melainkan sebagai sebuah gerakan sosial yang memprioritaskan manusia, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep ini diungkapkan oleh Project Manager Pertamina Eco RunFest 2026, Didi Andrian Indra Kusuma, saat gelaran IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Sabtu (5/9).

Mengusung semangat rehumanize yang menjadi tema IdeaFest 2026, acara ini diterjemahkan melalui tujuh inisiatif keberlanjutan. “Intinya kami ingin semakin menguatkan aspek eco dan menjadikan human sebagai core dari pergerakan ini,” ujar Didi dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (6/9/2026).

Didi menekankan bahwa nama ‘Eco’ membawa tanggung jawab besar, di mana pesan keberlanjutan harus terwujud dalam setiap elemen acara. Mulai dari rangkaian kegiatan, kolaborator, hingga pengalaman peserta, semuanya dirancang untuk merepresentasikan komitmen tersebut. “Eco itu tiga huruf yang punya makna luas, tetapi responsibility-nya juga sangat luas. Kami ingin memastikan promise yang kami sampaikan benar-benar bisa kami deliver,” katanya.

Inisiatif pertama adalah Eco Jersey, yang mengaplikasikan prinsip ekonomi sirkular pada pakaian pelari. Jersey ini dibuat dari material limbah botol plastik dan tekstil, hasil kolaborasi dengan Manta Liberta. Proyeksi inisiatif ini adalah menyerap sekitar 210.000 botol plastik atau setara 2,5 ton sampah plastik.

Selanjutnya, Eco Innovation membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam solusi permasalahan sampah. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, program ini melakukan roadshow ke SMP dan SMA untuk mendorong inovasi pengolahan sampah di lingkungan sekolah.

Pesan keberlanjutan juga diperkuat melalui Eco Talent, yang melibatkan KOL, kru, dan para artis untuk menyebarkan pesan kebiasaan ramah lingkungan. Sementara itu, Eco Production menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam produksi acara, meliputi optimalisasi material daur ulang dan sewaan, penggunaan kembali elemen produksi tahun sebelumnya, serta pemanfaatan unsur greenery.

Dalam pengelolaan sampah, Eco Waste Management diterapkan dari rangkaian road to event hingga acara utama. Tujuannya bukan hanya mengurangi penggunaan plastik, tetapi memastikan material yang digunakan dapat dikumpulkan dan diolah kembali. “Goals kami bukan untuk menghilangkan plastik, tetapi mengoptimalkan pengolahannya. Harapannya semua sampah bisa kita olah untuk menjadi sesuatu di kemudian hari,” tambah Didi.

Dua inisiatif lain melengkapi rangkaian acara: Eco Mission dan Eco Education. Melalui Eco Mission, seluruh keuntungan penjualan tiket dialokasikan untuk mendukung program lingkungan yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat, dan ruang publik. Eco Education menyediakan sustainability dashboard dan carbon calculator agar peserta dapat memahami jejak lingkungan dari aktivitas mereka.

“Dengan demikian, tujuh inisiatif Eco Jersey, Eco Innovation, Eco Mission, Eco Talent, Eco Production, Eco Waste Management, dan Eco Education ini dirancang agar pesan keberlanjutan tidak berhenti ketika acara selesai,” jelas Didi. Diharapkan, Eco RunFest mampu mendorong kebiasaan hidup sehat dan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan bagi para pesertanya.

Pertamina Eco RunFest juga mendapat pengakuan sebagai World Athletics Label Road Race, yang menandakan keterlibatan pelari internasional. Status ini menjadikan kehadiran atlet elite dari berbagai negara sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan acara. “Selain membuka pendaftaran secara umum, kami juga mencari perwakilan dari berbagai negara yang memang sudah mempunyai level elite,” pungkasnya. Kehadiran atlet elite ini diharapkan memperkuat kualitas kompetisi dan menempatkan Eco RunFest sebagai ajang lari Indonesia yang terhubung dengan ekosistem olahraga internasional.