— JAKARTA – Pembangunan akses pejalan kaki yang akan menghubungkan Stasiun LRT Manggarai dengan Stasiun KRL Manggarai ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan pada September 2026. Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa proses pembangunan akses langsung ini masih terkendala oleh adanya lahan milik KAI yang memerlukan kepastian landasan hukum. “Connecting yang akan kami sambungkan dengan Manggarai sekarang kami lagi proses karena ada lahan-lahan KAI yang harus kami pastikan landasan hukumnya supaya tidak bermasalah,” ujar Iwan saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta mengecek kesiapan LRT Jakarta fase Velodrome-Manggarai pada Senin (24/8/2026).

Iwan menambahkan bahwa integrasi antarmoda di kawasan Manggarai sebenarnya sudah berjalan. Layanan LRT Jakarta telah terhubung dengan Transjakarta yang juga menjangkau Stasiun Manggarai. “Kalau connecting sebenarnya sudah, kami dengan Transjakarta sudah connecting, Transjakarta ke Stasiun Manggarai kan juga sudah. Jadi, integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin sekarang ini,” tuturnya.

Namun, untuk akses yang memungkinkan penumpang berjalan kaki secara langsung dari Stasiun KRL Manggarai ke Stasiun LRT, Iwan menegaskan bahwa prosesnya masih terus berjalan bersama KAI. “Kalau langsung atau direct-nya dari Manggarai ke sini, ini sedang sekarang kami proses bersama KAI,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kapan akses tersebut dapat digunakan, Direktur Utama Jakpro menargetkan pengerjaannya akan rampung pada bulan September 2026. “Dalam bulan September sudah selesai, sudah bisa dioperasikan,” lanjutnya.

Sementara itu, LRT Jakarta fase Velodrome-Manggarai dijadwalkan akan diresmikan pada 26 Agustus 2026. Setelah peresmian, LRT akan segera beroperasi penuh setiap hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB. Untuk sementara waktu, tarif LRT masih menerapkan tarif flat sebesar Rp 5.000 hingga Oktober 2026.