Koridor.co.id — Pekanbaru – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau yang dipimpin oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Prabowo menyatakan akan memberikan jabatan baru kepada keduanya sebagai bentuk penghargaan atas kinerja yang dinilainya sangat baik.
“Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026).
Dalam sesi rapat tersebut, Prabowo sempat menanyakan lama masa jabatan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo sebagai Pangdam dan Irjen Herry Heryawan sebagai Kapolda Riau. Keduanya menjawab bahwa Agus telah menjabat selama satu tahun, sementara Herry bertugas sebagai Kapolda Riau selama lebih dari satu tahun.
“Siap, 1 tahun,” jawab Pangdam Agus.
“Kapolda?” tanya Prabowo lagi.
“Siap, baru 17 bulan, eh baru 1 tahun lebih, Bapak,” jawab Kapolda Riau.
Menindaklanjuti hal tersebut, Prabowo meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencarikan jabatan baru bagi kedua perwira tinggi tersebut. Kenaikan pangkat dan jabatan ini akan diberikan setelah mereka berhasil menyelesaikan penanganan karhutla di Riau.
“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri,” tuturnya.
Prabowo menekankan bahwa dirinya adalah sosok yang apa adanya. Ia tidak ragu memberikan apresiasi kepada individu yang bekerja dengan hasil baik, namun juga tidak segan mengkritik mereka yang melakukan pelanggaran.
“Saya bukan apa-apa, saya kalau, Anda tahu saya kan… kalau enggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Tapi kalau bagus saya bicara bagus,” ungkapnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026, karhutla di Provinsi Riau telah membakar seluas 16.277,50 hektare. Total titik hotspot yang terdeteksi selama periode yang sama mencapai 10.514 titik, dengan 521 di antaranya menjadi firespot atau titik api aktif.
Dari total luas lahan yang terbakar, mayoritas area telah berhasil dipadamkan. Saat ini, tercatat sisa lahan seluas 900 hektare yang masih dalam proses penanganan. Karhutla yang tersisa dilaporkan tersebar di tujuh titik, meliputi Kabupaten Pelalawan (1 titik), Indragiri Hilir (2 titik), Indragiri Hulu (2 titik), dan Kampar (2 titik).
Ikuti Koridor.co.id
