— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 16,8 poin atau 0,25% pada level 6.619,6 pada penutupan perdagangan Senin, 7 September 2026. Meskipun demikian, beberapa saham menunjukkan performa positif yang signifikan.

Saham-saham dalam indeks LQ45 terpantau menguat, dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memimpin penguatan tertinggi sebesar 4,69%, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat 4,76%. Selain itu, empat saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA), yaitu MEDS, NZIA, SOHO, dan SHID. Saham-saham ini mencatat lonjakan harga antara 24% hingga 34%.

Secara keseluruhan, dari total nilai transaksi bursa yang mencapai Rp 13,6 triliun, sebanyak 300 saham tercatat naik, 348 saham turun, dan 315 saham stagnan.

Beberapa sektor saham menunjukkan penguatan pada penutupan pasar hari ini. Sektor perindustrian memimpin dengan kenaikan 1,25%, diikuti oleh sektor energi sebesar 1,03%. Sektor kesehatan menguat 0,18%, sektor barang konsumen non-primer 0,08%, dan sektor transportasi 0,03%.

Sebaliknya, sektor keuangan mengalami pelemahan 0,76%, diikuti sektor barang baku sebesar 0,7%, dan sektor teknologi 0,61%. Sektor properti melemah 0,27%, sektor infrastruktur 0,05%, dan sektor barang konsumen primer 0,04%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan terhadap kapal tanker minyak yang melibatkan AS dan Iran selama akhir pekan. Iran juga berencana menetapkan zona maritim terbatas di luar Selat Hormuz.

Selain isu geopolitik, pasar juga merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Data US Change in Nonfarm Payrolls menunjukkan peningkatan signifikan, mengindikasikan pemulihan pasar tenaga kerja. Namun, data ini juga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga ketat.

Sentimen positif dari dalam negeri datang dari posisi cadangan devisa Indonesia yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) mencapai US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026. Posisi ini setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meskipun demikian, Pilarmas mengingatkan adanya risiko dari bencana alam, seperti erupsi Gunung Anak Krakatau pada akhir pekan lalu, yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, dan logistik.

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham memberikan keuntungan besar. PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) melonjak 34,7% menjadi Rp 97, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 31,03% menjadi Rp 228, dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 26% menjadi Rp 87. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) meningkat 24,9% menjadi Rp 1.505, serta PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) terangkat 24,7% menjadi Rp 680.

Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) longsor 14,7% menjadi Rp 232, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) ambles 11,7% menjadi Rp 150, dan PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) jatuh 9,8% menjadi Rp 292. Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkikis 9,4% menjadi Rp 530, dan PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) turun 9,09% menjadi Rp 60.