— Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, menilai bahwa penataan tata ruang, perkebunan, hingga pertambangan di Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kunci perbaikan ini terletak pada penegakan aturan yang lebih baik dalam pengelolaan lahan dan sumber daya alam.

Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki peta yang jelas mengenai kawasan hutan maupun wilayah lainnya. Namun, tantangan terbesar selama ini adalah kurangnya kedisiplinan dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan. “Jadi tata ruang itu lahir untuk menjadikan satu peta. Waktu saya Menteri Kehutanan belum ada satu peta. Oleh karena itu, kita akan buat satu peta,” ujar Zulhas saat Rapat Koordinasi Terbatas ‘Mewujudkan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional’ di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ia menambahkan bahwa pemetaan kawasan yang telah dilakukan pemerintah mencakup berbagai wilayah, termasuk hutan. “Mana kawasan hutan, mana kawasan ini, sebetulnya sudah terdaftar. Makanya di gambar itu ada warna kuning, warna hijau, ya sudah ada, cuma kita enggak disiplin, kan gitu,” tuturnya.

Zulhas mencontohkan, ada larangan untuk mendirikan kebun di area tertentu, namun penegakan hukumnya terkadang lemah. “Misalnya ini enggak boleh dibikin kebun juga gitu, tapi mau ditangkap enggak bisa juga gitu. Jadi memang petanya ada ya, Pak Nusron, ya? Sudah ada. Kawasan hutan itu ada, tadi saya sebut taman nasional. Taman nasional enggak boleh, tapi banyak juga kebun di taman nasional. Ini disita yang enggak boleh itu, baru ditegakkan hukum, tapi ya sudah jauh gitu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Zulhas menyatakan bahwa penegakan aturan tata ruang untuk perumahan memang belum sepenuhnya berjalan. Namun, untuk sektor perkebunan dan pertambangan, ia melihat adanya kemajuan di era Presiden Prabowo. “Perumahan belum mulai ditegakkan, perumahan belum nih, belum mulai, oh geser dikit. Baru mulai kebun baru. Tapi kebun pun baru berhasil, Pak Prabowo ini. Saya dulu gagal. Tambang baru Pak Prabowo gitu,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan aturan tata ruang agar fungsi kawasan yang telah ditetapkan tidak berubah. “Memang harus disiplin kalau enggak. Tapi sudah ada itu sebetulnya,” tutupnya.