— JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengapresiasi acara selamatan dan pembukaan Sang Dewi Salon & Spa di Kebayoran, Jakarta Selatan. Ia menilai bisnis salon dan spa memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian.

Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menyatakan bahwa kebugaran dan perawatan diri telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat modern. Hal ini membuka peluang lebar bagi tumbuhnya kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Saya mendukung penuh atas dibukanya Sang Dewi Salon & Spa karena membuka ruang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus memberikan pilihan layanan kecantikan dan perawatan diri bagi masyarakat. Saya berharap Sang Dewi Salon & Spa dapat tumbuh besar, profesional, dan mampu menjadi salah satu salon pilihan utama masyarakat di bidang kecantikan,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara selamatan dan soft opening Sang Dewi Salon & Spa di Jakarta pada hari yang sama.

Bamsoet, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, menjelaskan bahwa industri kecantikan di Indonesia berkembang pesat. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan peningkatan jumlah industri kosmetik dari 1.292 pada tahun 2024 menjadi lebih dari 1.500 pada akhir tahun 2025, dengan sekitar 90 persen di antaranya adalah industri kecil dan menengah.

Nilai ekspor industri kosmetik juga mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar US$417 juta pada tahun 2024 menjadi US$473,8 juta pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan permintaan yang terus tumbuh untuk produk dan layanan kecantikan serta perawatan diri, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Pertumbuhan pasar harus diikuti peningkatan kualitas. Jangan sampai kita melihat industri kecantikan semata-mata sebagai bisnis yang menjual penampilan. Di dalamnya harus ada standar keamanan, kompetensi tenaga kerja, kebersihan, kenyamanan, penggunaan produk yang tepat, serta kepatuhan terhadap regulasi. Konsumen sekarang semakin kritis dan punya banyak pilihan. Mereka akan kembali ke tempat yang mampu memberikan pelayanan konsisten dan dapat dipercaya,” tutur Bamsoet.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, industri kecantikan memiliki efek ekonomi berantai yang besar. Bisnis salon dan spa yang berkembang pesat dapat menciptakan lapangan kerja bagi berbagai profesi, mulai dari hair stylist, beautician, terapis spa, tenaga administrasi, hingga bagian pemasaran dan pekerja pendukung lainnya.

Peluang kemitraan juga terbuka lebar dengan berbagai pihak, termasuk produsen kosmetik lokal, pemasok produk perawatan rambut dan tubuh, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga kreator konten.

“Setiap usaha yang tumbuh akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja, pemasok, dan berbagai jasa pendukung. Kalau dikelola dengan baik, bisnis kecantikan bisa menjadi contoh bagaimana usaha jasa dan industri kreatif bersinergi menciptakan nilai ekonomi. Apalagi sebagian besar pelaku industri kosmetik kita merupakan industri kecil dan menengah, sehingga ruang bagi wirausaha baru masih sangat terbuka,” pungkas Bamsoet.