Koridor.co.id — Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, menilai sektor musik, kuliner, komunitas, dan berbagai industri kreatif lainnya berpotensi besar menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari beragam latar belakang. Hal ini sejalan dengan dinamika Jakarta yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi, bisnis, pariwisata, dan industri kreatif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II-2026 mencapai 5,52 persen secara tahunan. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu yang tumbuh pesat dengan angka 9,52 persen. Konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran Jakarta, berkontribusi sebesar 63,24 persen.
“Kita perlu melihat tempat-tempat seperti Parle Senayan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Ketika orang datang menikmati musik, makan, bertemu komunitas, dan berinteraksi, di situ terjadi perputaran ekonomi. Ada pekerja, pelaku usaha, musisi, seniman, pekerja kreatif, pemasok makanan, hingga pelaku jasa yang ikut mendapatkan manfaat. Jadi, hiburan yang dikelola dengan baik juga memiliki dampak ekonomi yang nyata,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan bahwa industri hiburan dan ekonomi kreatif memiliki efek berantai yang signifikan. Sebuah pertunjukan musik, misalnya, melibatkan banyak mata rantai ekonomi, mulai dari musisi, pekerja panggung, tata suara, pencahayaan, dokumentasi, transportasi, kuliner, hingga promosi digital.
Ketua MPR RI ke-15 itu menekankan pentingnya pemerintah dan dunia usaha untuk memberikan ruang yang semakin luas bagi industri kreatif agar dapat tumbuh menjadi sektor produktif. Sektor ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan nilai tambah.
“Musik, film, kuliner, desain, fesyen, olahraga, otomotif, hingga konten digital adalah industri yang memiliki pasar dan menciptakan lapangan kerja. Anak-anak muda Indonesia punya kreativitas yang luar biasa. Tugas kita adalah menyediakan ekosistem yang memungkinkan kreativitas tersebut berubah menjadi karya dan karya berubah menjadi nilai ekonomi,” imbuh Bamsoet.
Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet usai menghadiri acara ‘Parle in Red’ di Parle Senayan Jakarta pada Sabtu (22/8) malam. Acara ini diselenggarakan untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan suasana kebersamaan, di mana para tamu yang hadir dapat merasakan interaksi yang cair dan terbuka.
Dalam kegiatan yang turut menghadirkan DJ senior era 90an seperti DJ Riri, DJ Yasmin, dan DJ Tiara, Bamsoet mengenakan nuansa merah putih sebagai simbol keberanian dan semangat kebangsaan. Ia menilai perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati hasil perjuangan para pendiri bangsa sekaligus mengingatkan kembali tanggung jawab bersama dalam mengisi kemerdekaan.
“Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, merayakannya dengan gembira, berkumpul, tertawa dan menikmati kebersamaan seperti dalam ‘Parle in Red’ juga merupakan bagian dari rasa syukur kita. Perayaan kemerdekaan tidak hanya sekedar upacara dan seremoni, tetapi harus terasa dalam kehidupan sehari-hari melalui kesempatan berkarya, bekerja, berusaha dan berkreativitas,” pungkasnya.
Ikuti Koridor.co.id
