— JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, memberikan pesan mendalam kepada 38 tim pelajar finalis Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026. Ia meyakini bahwa di antara para peserta tersebut akan muncul pemimpin-pemimpin bangsa yang kelak mengisi kursi parlemen dan menjalankan tugas konstitusional MPR, termasuk melantik Presiden dan Wakil Presiden.

Pesan ini disampaikan Muzani saat secara resmi membuka acara Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu (23/8). Sebanyak 38 sekolah terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia hadir sebagai finalis setelah melalui tahapan seleksi yang ketat dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Gedung ini adalah saksi sejarah bangsa. Di sinilah Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum dilantik oleh MPR. Saya menaruh harapan besar, kelak di antara adik-adik peserta lomba inilah yang akan duduk di ruangan ini sebagai pimpinan atau anggota MPR yang melantik Presiden Republik Indonesia berikutnya,” ujar Muzani dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Muzani menjelaskan bahwa LCC Empat Pilar lebih dari sekadar kompetisi untuk mencari siswa yang unggul dalam menjawab pertanyaan seputar kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

“Itulah intisari peran sebagai Duta Empat Pilar. Kami tidak sekadar ingin mencetak juara lomba, kami ingin mencetak kader pemimpin bangsa yang memahami konstitusi secara mendalam,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kemenangan dalam kompetisi ini tidak hanya diukur dari piala atau sertifikat yang diraih. Para peserta diharapkan dapat menjadi teladan dalam mengaplikasikan semangat gotong royong, kebersamaan, toleransi, persatuan, dan kebinekaan di lingkungan masing-masing.

“Ketika tongkat estafet ini bergulir dari generasi kami kepada kalian, saudara sekalian telah memiliki pijakan kebangsaan yang kokoh. Oleh karena itu, teruslah membaca, belajar, berdiskusi, dan bertanya. Lomba ini akan berakhir, tetapi proses belajar tidak boleh berhenti demi menemukan kebenaran serta kebijaksanaan bersama,” tambahnya.

Apresiasi juga diberikan Muzani atas keberagaman latar belakang satuan pendidikan para finalis, yang mencakup SMA negeri, SMA swasta, madrasah aliyah, hingga sekolah berbasis keagamaan. Perbedaan daerah dan latar belakang ini, menurutnya, justru menjadi peluang berharga bagi para peserta untuk membangun persahabatan dan jejaring kebangsaan.

“Jarak tempuh adik-adik ke ibu kota pun beragam. Ada yang dekat, namun banyak pula yang harus menempuh perjalanan darat, laut, dan udara berhari-hari. Pesan saya, buatlah grup jejaring komunikasi bersama seluruh peserta. Rawat tali silaturahmi ini sebagai satu keluarga besar Republik Indonesia,” paparnya.

Muzani kembali mengingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa 732 kursi anggota MPR RI pada waktunya akan mengalami regenerasi dan terbuka bagi generasi yang memiliki kecerdasan serta karakter.

“Di tangan kalianlah estafet masa depan bangsa dititipkan. Ada 732 kursi anggota MPR yang pada saatnya akan mengalami regenerasi, dan kursi tersebut layak diisi oleh generasi cerdas dan berkarakter seperti kalian,” pungkasnya.

Acara Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026 akan mempertemukan 38 sekolah finalis untuk memperebutkan predikat juara nasional dan kategori yel-yel terbaik. Puncak final dijadwalkan pada Rabu (26/8) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, setelah seluruh peserta menyelesaikan enam babak penyisihan.

Dalam pembukaan tersebut, turut hadir Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno; Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon; Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Wamenpora), Taufik Hidayat; Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto; serta jajaran pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI. Hadir pula Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Toni Toharudin; Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah beserta jajaran; serta perwakilan dinas pendidikan dan guru pendamping dari seluruh provinsi di Indonesia.