— JAKARTA – Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dampak langsung dari fenomena ini mulai dirasakan oleh sebagian warga yang mengalami keluhan sesak napas.

Salah seorang warga, Fauzan, menyampaikan bahwa rumahnya telah diguyur abu vulkanik sejak Minggu malam. Ketebalan abu yang menempel di berbagai permukaan rumahnya cukup mengkhawatirkan. “Abu yang menempel di bagian rumah lumayan tebal,” ujarnya kepada wartawan pada Minggu (6/9/2026).

Keluhan serupa juga diungkapkan oleh warga lainnya, Asep. Ia melaporkan mengalami batuk dan sesak napas yang ia duga disebabkan oleh banyaknya debu yang terhirup. “Sesak akibat banyak debu, tenggorokan juga mulai gatal,” tuturnya.

Asep mengaku gejala tersebut mulai ia rasakan sejak bangun tidur pada Minggu pagi. Tidak hanya dirinya, anggota keluarganya yang lain juga merasakan dampak negatif dari paparan abu vulkanik tersebut. “Dari pagi tadi pas bangun tidur, istri juga merasakan hal serupa, mata juga perih,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya perlindungan diri. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan.

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar lapangan,” demikian imbauan yang disampaikan BPBD Pandeglang melalui akun resminya pada Sabtu (5/9). BPBD menekankan bahwa abu vulkanik yang terhirup atau mengenai mata dan kulit dapat menimbulkan gangguan kesehatan.