Koridor.co.id — JAKARTA – Penutupan sementara operasional Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kembali diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB. Keputusan ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada puluhan penerbangan.
Executive General Manager Operasional Kolonel Pnb Ali Sudibyo mengonfirmasi perpanjangan tersebut. “Penutupan operasional Bandara HLP diperpanjang sampai dengan pukul 23.59 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, 6 September 2026.
Sebelumnya, penutupan bandara telah beberapa kali mengalami perpanjangan. Dimulai dari yang semula dijadwalkan berakhir pukul 10.00 WIB, kemudian diperpanjang menjadi pukul 14.00 WIB, lalu pukul 18.00 WIB, dan kini hingga tengah malam.
Dampak dari abu vulkanik ini mengakibatkan sedikitnya 72 penerbangan dibatalkan. Rincian pembatalan tersebut terdiri dari 36 penerbangan keberangkatan yang melibatkan 2.214 penumpang, dan 36 penerbangan kedatangan dengan 2.768 penumpang. Total ada 72 penerbangan yang dibatalkan, mempengaruhi 4.982 penumpang.
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis informasi mengenai sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurut BMKG, abu vulkanik tersebut terdeteksi menyebar hingga wilayah Lampung dan sebagian wilayah Jakarta.
BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB pada 6 September 2026. Berdasarkan analisis citra satelit dan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta VAAC Darwin, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik.
Klaster pertama teramati bergerak ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Sebaran abu pada klaster ini dilaporkan mencapai ketinggian hingga 20.000 kaki dari permukaan.
Sementara itu, klaster kedua teramati bergerak ke arah barat daya-barat laut dengan ketinggian mencapai 50.000 kaki. Wilayah terdampak meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Ikuti Koridor.co.id
