— JAKARTA – Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membawa berkah tak terduga bagi para pedagang masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Sejak Minggu (6/9/2026), warga berbondong-bondong memburu masker untuk melindungi diri dari paparan abu yang dilaporkan telah mencapai wilayah Jakarta.

Suasana di Pasar Pramuka pada Senin (7/9/2026) pagi terpantau ramai oleh warga yang berkeliling menanyakan dan melihat-lihat berbagai jenis masker di kios-kios. Beberapa jalan di dalam pasar menjadi lebih sempit akibat banyaknya calon pembeli yang berinteraksi dengan penjual.

Gilang, seorang pedagang masker, membenarkan lonjakan permintaan yang signifikan. “Dari kemarinlah pokoknya pada meningkat penjualan masker. Juga yang nyari juga banyak dari konsumennya, permintaannya juga lagi banyak,” ungkapnya.

Namun, lonjakan permintaan ini berbanding lurus dengan menipisnya stok. Gilang mengeluhkan stok maskernya yang hampir habis, bahkan stok di distributornya pun dilaporkan sedang kosong. “Sekarang lagi ini, stoknya lagi pada udah mulai kosong semua. Paling ada tinggal nggak seberapa. Tinggal sedikit stoknya, dari distributornya juga lagi nggak ada,” keluhnya.

Fenomena ini terjadi seiring dengan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar hingga ke wilayah Jakarta pada Senin pagi. BMKG merilis data sebaran abu vulkanik per pukul 06.00 WIB, mengidentifikasi dua klaster sebaran.

Klaster pertama mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut. Abu vulkanik terdeteksi mencapai ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer ke arah tenggara hingga barat laut.

BMKG mengingatkan bahwa pada ketinggian tersebut, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah yang terdampak.