— PT United Tractors Tbk (UNTR) membeberkan rencana strategisnya untuk tahun 2026 yang berpusat pada pengembangan PT Arafura Surya Alam (ASA), sebuah perusahaan tambang emas yang baru saja diakuisisi.

Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, menjelaskan bahwa akuisisi ASA dilakukan pada Februari 2026. Untuk tahun ini, perseroan akan fokus pada tiga aktivitas utama. “Ada tiga aktivitas utama yang kita lakukan di tahun 2026. Pertama, kita sedang dalam proses pengurusan perizinan, baik itu feasibility study serta amdal. Kita harapkan kita bisa dapatkan di tahun ini,” papar Iwan dalam acara Public Expose Live 2026 pada Senin (7/9/2026).

Aktivitas kedua yang dijalankan adalah penyusunan detail engineering design untuk processing plant atau pabrik pengolahan yang akan dibangun di lokasi tambang ASA. “Prosesnya sedang berlangsung,” ujar Iwan.

Tahap ketiga, lanjut Iwan, adalah pembebasan lahan secara bertahap di area konsesi yang akan ditambang di masa depan. “Dan tahap ketiga yang kita lakukan atau fokus kita tahun ini adalah melakukan pembebasan lahan secara bertahap atas konsesi atau daerah yang akan kami lakukan penambangan di masa depannya,” jelasnya.

United Tractors menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur processing plant di ASA akan rampung pada rentang tahun 2026 hingga 2028. Perseroan berharap tambang emas tersebut dapat mulai berproduksi dan menjual hasilnya pada tahun 2029.

Sebelumnya, pada 15 September 2025, United Tractors melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energia Prima Nusantara, telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 100% saham PT Arafura Surya Alam dari PT J Resources Nusantara. ASA merupakan pengelola dan pemilik izin usaha pertambangan emas Doup di Sulawesi Utara.

Nilai perusahaan atau enterprise value atas akuisisi PT Arafura Surya Alam disepakati senilai US$ 540 juta atau sekitar Rp 8,8 triliun. Nilai tersebut mencakup penjualan saham, saham minoritas, serta utang pemegang saham.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per 31 Desember 2023, tambang emas Doup memiliki cadangan sebesar 1.571 koz emas dan total sumber daya 3.107 koz emas. Valuasi akuisisi yang dilakukan berada di bawah rata-rata valuasi industri.

Proyek tambang Doup, yang dimiliki oleh PT Arafura Surya Alam (ASA), masih dalam tahap konstruksi. ASA memegang Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) untuk area seluas 4.000 hektare di Provinsi Sulawesi Utara.