Koridor.co.id — JAKARTA – Gangguan penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan Singapore Airlines (SQ) melakukan penyesuaian operasional. Maskapai tersebut mengalihkan sebagian penerbangannya ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan mengganti tipe pesawat untuk menambah kapasitas angkut penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan strategi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Singapura. “Untuk Bandara Juanda, dari Singapore Airlines itu akan melakukan perubahan penggunaan pesawat yang semula Boeing 737-800 akan diubah menjadi Airbus 350,” ujar Dudy dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2026).
Ia menambahkan bahwa penggantian tipe pesawat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penumpang secara signifikan. “Ini dilakukan agar bisa mengangkut penumpang yang ada di Singapura dalam jumlah yang besar, begitu juga penumpang yang dari Indonesia atau dari Surabaya atau dari Jakarta yang akan berangkat ke Singapura atau negara lain,” jelasnya.
Langkah serupa juga diterapkan Singapore Airlines di Bandara Internasional Yogyakarta. Penggunaan pesawat bertipe Airbus A350 di bandara tersebut juga diarahkan untuk memaksimalkan jumlah penumpang yang dapat diangkut. “Selanjutnya, Yogyakarta, Saudi Airlines akan menerbangkan pesawatnya melalui Yogyakarta dan juga Singapore Airlines dengan menggunakan pesawat wide body A350. Ini juga untuk bisa membawa penumpang yang lebih banyak,” pungkas Dudy.
Ikuti Koridor.co.id
