— Sepuluh saham menjadi penopang utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menduduki peringkat teratas sebagai saham yang paling berpengaruh terhadap IHSG.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBRI menyumbang 29,1 poin terhadap IHSG. Kenaikan harga saham BBRI tercatat sebesar 6,27%, dengan kapitalisasi pasar saham publik atau free float sebesar Rp 215,2 triliun.

Posisi kedua ditempati saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berkontribusi 19,8 poin terhadap IHSG. Saham BBCA mengalami kenaikan harga 3,47% dengan kapitalisasi pasar saham publik senilai Rp 257,2 triliun. Menyusul di urutan ketiga adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan kontribusi 13,8 poin, kenaikan harga 4%, dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 156,9 triliun.

Daftar saham penggerak IHSG selanjutnya diisi oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menyumbang 7,3 poin dengan kenaikan harga 10,5% dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 33,5 triliun. Kemudian, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) dengan 7 poin, kenaikan harga 84,6%, dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 6,6 triliun. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) melengkapi daftar ini dengan kontribusi 6,6 poin, kenaikan harga 33,8%, dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 11,37 triliun.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga masuk dalam daftar penggerak IHSG, berkontribusi 6,2 poin dengan kenaikan harga 16% dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 19,6 triliun. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul dengan 5,2 poin, kenaikan 4,23%, dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 56,5 triliun.

Dua saham terakhir yang berpengaruh terhadap IHSG adalah PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). BSIM berkontribusi 4,9 poin dengan kenaikan harga 68% dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 5,36 triliun. Sementara IMPC mencatat 4,5 poin, kenaikan 11,1%, dan kapitalisasi pasar saham publik Rp 19,6 triliun.

Saham-Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Selain saham yang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG, beberapa saham juga mencatatkan kenaikan harga signifikan dan masuk dalam daftar top gainers atau saham dengan keuntungan terbesar selama periode 31 Agustus-4 September 2026. Kenaikan harga saham-saham ini bervariasi, bahkan ada yang melonjak hingga 84,6%.

PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) memimpin daftar top gainers pekan ini dengan kenaikan harga mencapai 84,6%. Harga saham NATO melonjak dari Rp 685 menjadi Rp 1.265.

Saham lain yang mencetak keuntungan besar antara lain PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang naik 72,3% menjadi Rp 3.430, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang melonjak 68% menjadi Rp 1.185, dan PT Pakuan Tbk (UANG) yang meningkat 61% menjadi Rp 4.010.

PT Pioneerindo Gourmeet Intenational Tbk (PTSP) juga menunjukkan performa apik dengan kenaikan 56,1% menjadi Rp 1.390. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) terangkat 53,7% ke level Rp 103, dan PT Asli Karya Lestari Tbk (ASLI) menguat 51,6% ke Rp 376.

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 50,6% menjadi Rp 14.500, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) meningkat 50,5% ke Rp 12.725, serta PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) terkerek 43,2% menjadi Rp 106.

Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat peningkatan sebesar 1,82% selama sepekan, ditutup pada level 6.636,4 pada akhir periode perdagangan, naik dari posisi 6.518,1 pada pekan sebelumnya.

Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,47%, mencapai Rp 11.599 triliun dari Rp 11.431 triliun pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini berarti total kapitalisasi pasar BEI bertambah Rp 168 triliun dalam sepekan.