Koridor.co.id — Polisi menangkap seorang pelaku berinisial RS (52) yang diduga menganiaya dua orang bocah hingga kondisinya memprihatinkan di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Pelaku mengaku melakukan kekerasan tersebut karena merasa tertekan oleh beban hidup dan kenakalan kedua korban.
Dalam video pengakuannya di Mapolres Dairi, yang dilansir dari detikSumut pada Sabtu (22/8/2026), RS menyatakan bahwa ia sebenarnya menyayangi kedua anak asuhnya. Namun, emosi yang dipicu oleh tekanan hidup membuatnya melakukan tindakan tersebut. “Karena tekanan hidup ini. Saya yang memikirkan semuanya, kasih makan dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
RS menjelaskan bahwa penganiayaan dan penyiksaan dilakukan ketika anak-anak melakukan kesalahan. Ia menyadari bahwa cara didiknya tersebut salah. Ketika anak berbuat salah, benda apa pun yang ada di dekatnya ia gunakan untuk memukul korban. “Tak terkatakan lagi, Pak, kayak mana tekanan hidup ini. Jadi kalau contohnya dia buat salah, apa yang ada di samping saya, saya apain sama dia. Tapi sebenarnya saya sayang-sayang sama dia, Pak,” tuturnya.
Benda-benda yang kerap digunakan untuk memukul korban antara lain sapu dan hanger. Kondisi kedua bocah yang menjadi korban kekerasan beredar di media sosial, menunjukkan luka pada bagian mulut, kepala, dan tubuh lainnya akibat dugaan penganiayaan oleh pengasuhnya.
Dalam video tersebut, salah satu korban mengaku ayahnya sedang berada di penjara, sementara keberadaan ibunya tidak diketahui. Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahrial Ramadhan, membenarkan adanya dugaan penyiksaan tersebut. Korban berinisial AGP (7) pertama kali ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan dengan luka yang diduga bekas penganiayaan.
Ikuti Koridor.co.id
