— LAMPUNG SELATAN – Sekelompok nelayan yang nekat mencari ikan di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan harus menghadapi situasi mencekam ketika erupsi gunung tersebut menghujani kapal mereka dengan material batu. Peristiwa ini terekam dalam video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kepanikan para nelayan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat batu-batu kecil berjatuhan dari langit dan menghantam dek kapal nelayan, bahkan menyebabkan percikan air laut. Para nelayan terdengar melantunkan takbir dan doa memohon keselamatan di tengah situasi yang genting tersebut. “Ya Allah, hujan batu Ya Allah. Hujan batu,” teriak salah seorang nelayan.

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa seluruh nelayan yang berada di kapal itu selamat. “Benar, itu terjadi pada hari ini. Jadi kami mendapatkan informasi bahwa ada kelompok nelayan yang terjebak hujan batu di lokasi sekitar Anak Gunung Krakatau yang sedang erupsi. Alhamdulillah mereka selamat,” ujar Rezie pada Sabtu (5/9).

Menyikapi insiden ini, Rezie menegaskan larangan tegas bagi masyarakat, terutama nelayan, untuk tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau selama masa erupsi. Ia mengingatkan bahwa jarak aman tiga kilometer dari gunung berapi tersebut telah ditetapkan dan harus dipatuhi. “Aturan sudah jelas, jarak 3 kilometer tidak boleh sama sekali mendekat. Jadi tolong kepada semua masyarakat patuhi larangan tersebut, jangan sampai karena kecerobohan nanti merugikan banyak pihak,” tegasnya.