Koridor.co.id — JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan sejumlah mahasiswa berjoget, bahkan melakukan moshing, di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menjadi viral di media sosial. Insiden ini memicu perhatian dan tanggapan dari pihak kampus.
Akun Instagram @surakartahits_ mengunggah video tersebut dengan caption yang menyoroti ironi penggunaan Pendopo Ageng ISI Solo. “IRONIS!!! Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia Surakarta yang seharusnya menjadi ruang yang Agung, ruang yang mempresentasikan marwah dan identitas kampus justru di perlakukan seolah olah tidak mempunyai nilai apa apa,” tulis akun tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan ISI Solo, Esha Karwinarno, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi pada Jumat (21/8) malam, saat penutupan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ISI Solo. Esha menegaskan bahwa acara ini berada di luar rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
“Iya (di Pendopo ISI Solo), itu acara Expo UKM, pada joget-joget itu acaranya. Penutupannya tadi malam. Acara anak-anak closing acara, ada yang merekam justru tidak di performingnya, malah hal-hal sampingannya. Ya sudah, itu sudah terjadi, kami sudah meminta maaf,” ujar Esha saat dihubungi awak media.
Esha menambahkan, Expo UKM bertujuan untuk memperkenalkan berbagai UKM yang ada di ISI Solo, di mana setiap UKM menampilkan hasil karyanya. Acara tersebut ditutup dengan penampilan musik band yang kemudian disambut antusias oleh mahasiswa dengan berjoget.
“Sebelum acara band-band itu tampil kesenian tradisi. Jadi pembelajaran bagi kami selaku penyelenggara, karena saya ketua panitia juga, jadi ya minta maaf kepada semua pihak yang merasa terusik terhadap tradisi yang agak terganggu visual itu,” ucapnya.
Pihak kampus telah mengumpulkan mahasiswa yang menjadi panitia acara tersebut. Para mahasiswa juga telah memberikan klarifikasi melalui kanal media sosial mereka masing-masing. Esha mengakui bahwa pemahaman mengenai nilai budaya antar mahasiswa di ISI Solo, yang terdiri dari berbagai fakultas, masih beragam.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, ISI Solo berencana untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai dan budaya. “Teman-teman mahasiswa sudah klarifikasi juga soal kejadian itu di medsos. Kemudian kami dari institusi/lembaga perlu untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang nilai-nilai dan budaya. Maka kita akan tambahkan materi yang memahami soal kebudayaan dan budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Karena begini, kami tidak hanya satu fakultas. Ya pemahaman mahasiswa masih ada yang berbeda terkait nilai-nilai, mungkin nggak sadar, nggak paham. Tidak pada tempatnya prinsipnya seperti itu.”
Esha memastikan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam joget di acara closing Expo UKM tersebut sebagian besar adalah mahasiswa senior. Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya pihak luar yang ikut dalam acara tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa mahasiswa yang berjoget tidak dalam keadaan mabuk.
“Tidak (mabuk). Itu murni anak bersuka ria. Jika kita tarik garis kalau kita samakan seperti nonton konser. Tapi kami salahnya memang tempatnya di Pendopo,” pungkasnya.
Ikuti Koridor.co.id
