Koridor.co.id — TANGERANG SELATAN – Deni (47), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Cipondoh, Tangerang, membagikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan setelah harus kehilangan salah satu kakinya akibat kecelakaan tunggal. Kecelakaan tersebut terjadi karena rasa kantuk yang tak tertahankan saat berkendara.
Dalam acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang dihadiri 5.150 pengemudi ojol di Pusdik Lantas Polri, Tangerang Selatan, Deni menekankan betapa krusialnya pengetahuan tentang keselamatan berkendara, khususnya bagi para pengemudi ojol yang setiap hari mengangkut penumpang dan barang. Ia memberikan peringatan keras kepada sesama pengendara motor untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk.
“Jadi saya pesan banget ke teman-teman, jangan dipaksa bawa motor kalau mengantuk. Tidur saja, tidur dulu lima menit saja. Mau kopi, mau apa, itu enggak berpengaruh, enggak bisa melawan mengantuk. Ini saya contohnya, saya korbannya. Saya kecelakaan tunggal karena mengantuk,” ujar Deni saat memberikan testimoninya mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, Kamis (27/8/2026).
Deni menceritakan bahwa kecelakaan yang menimpanya terjadi di kawasan Tangerang. Ia sempat merasakan frustrasi mendalam ketika mengetahui kakinya harus diamputasi. Namun, demi istri dan anak-anaknya, Deni bertekad untuk bangkit. Kini, ia kembali aktif sebagai pengemudi ojol dan bahkan mampu membiayai kuliah anaknya di jurusan keperawatan.
“Awalnya saya juga frustrasi pas mau diamputasi. Saya alhamdulillah punya istri yang sabar, yang dukung saya terus, paksa saya bangkit, sampai akhirnya saya bisa. Pokoknya semua teman-teman semangat, semua punya jalan masing-masing, ikuti jalan yang benar, aturan yang benar,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para pengemudi ojol tidak mengambil jalan pintas yang membahayakan. “Jangan ada melawan arah. Jangan mau kalau ada penumpang minta melawan arah, tolak saja! Kita ikuti saja aturannya, insyaallah rezeki enggak tertukar. Nih saya contohnya, kita sama-sama ojol, saya bisa sekolahkan anak saya. Enggak ada yang enggak mungkin, ojol pasti bisa. Jangan pernah mengeluh, menyesal, ikuti aturan berkendara,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 5.150 pengemudi ojol dari wilayah Jabodetabek telah mengikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang diselenggarakan oleh Korlantas Polri. Dalam acara tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Wibowo mendorong para pengemudi ojol untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Peran pengemudi ojol hari ini tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai wajah ke depan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” kata Irjen Wibowo di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai representasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Ia mengajak seluruh pengemudi ojol untuk menjadi teladan bagi pengguna jalan lainnya, terutama dalam hal kedisiplinan, etika berkendara, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.
“Oleh karena itu, saya selalu mendorong agar seluruh rekan-rekan pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjadi contoh dalam disiplin, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan lalu lintas,” ujarnya.
Ikuti Koridor.co.id
