— VALENCIA – Suporter Valencia meluapkan kekesalan mendalam setelah tim kesayangan mereka takluk telak 0-5 dari Barcelona di Stadion Mestalla dalam laga pekan keempat Liga Spanyol, Minggu (6/9/2026). Kekalahan ini tidak hanya mendorong Valencia ke dasar klasemen, tetapi juga menyulut kritik tajam terhadap pemain, pelatih, hingga presiden klub.

Tiga poin penuh berhasil dibawa pulang tim tamu berkat gol-gol dari Lamine Yamal yang mencetak dua gol, Fermin Lopez, Raphinha, dan Pedri. Kemenangan ini mengukuhkan Barcelona di puncak klasemen sementara dengan raihan 12 poin sempurna dari empat laga.

Bagi Valencia, kekalahan ini merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun di kompetisi domestik dari empat pertandingan yang telah dijalani. Klub berjuluk kelelawar ini baru mengumpulkan satu poin dan terperosok ke zona degradasi.

Situasi buruk ini memicu reaksi keras dari para pendukung. Ribuan fan dilaporkan berkumpul di luar Stadion Mestalla pasca-pertandingan. Mereka melontarkan sindiran kepada para pemain dengan sebutan “tentara bayaran” sebagai bentuk kekecewaan atas performa yang dianggap tidak maksimal.

Kemarahan suporter juga mengarah kepada Presiden Valencia, Kiat Lim, dan ayahnya yang merupakan pemilik klub, Peter Lim. Keduanya diminta untuk segera meninggalkan klub dan “pulang saja ke Singapura”. Kiat Lim sendiri terlihat hadir di stadion dan duduk berdampingan dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta.

Kekesalan suporter sebetulnya sudah terlihat bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sejumlah fan memilih untuk berdemo di luar stadion dan tidak segera memasuki tribun, menyebabkan area yang biasa diisi oleh kelompok ultras menjadi kosong di awal laga.

Selama pertandingan berlangsung, para pemain dan pelatih Carlos Corberan tak luput dari sorakan bernada cemooh, baik di tengah laga maupun setelah peluit panjang dibunyikan. Spanduk-spanduk berisi kritik terhadap keluarga Lim juga terpampang di beberapa tribun stadion.

Keluarga Lim telah memegang kepemilikan Valencia sejak tahun 2014. Namun, hubungan antara para penggemar dengan pemilik asal Singapura ini terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir akibat prestasi klub yang dinilai stagnan. Selama lebih dari satu dekade di bawah kepemimpinan keluarga Lim, Valencia hanya mampu meraih satu trofi, yaitu Copa del Rey pada tahun 2019, sementara sisanya lebih banyak berkutat di papan tengah ke bawah klasemen.