Koridor.co.id — JAKARTA – Pemerintah akan memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program ini juga menargetkan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau Zulhas, menyatakan bahwa pihaknya meminta waktu dua bulan kepada Presiden untuk menyelesaikan persoalan di daerah 3T. Fokus utamanya adalah memastikan mereka yang berhak namun belum menerima program MBG dapat terjangkau. Diperkirakan ada sekitar 3.000 titik baru yang perlu diselesaikan.
Selain itu, program ini juga ditujukan untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, yang diperkirakan akan menambah sekitar 11 juta penerima manfaat. “Untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, juga sudah kami selesaikan. Kelompok ini menambah sekitar 11 juta penerima manfaat,” ujar Zulhas dalam sebuah program beberapa waktu lalu.
Pemerintah juga menyatakan keterbukaan untuk memperluas program MBG ke sekolah-sekolah keagamaan. Namun, perluasan ini akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar yang ditetapkan. “Kita selesaikan juga nanti sekolah-sekolah berbasis agama, tapi harus sesuai standar SPPG, dapurnya harus sesuai standar,” ungkapnya.
Zulhas menekankan pentingnya standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan bahwa dapur SPPG yang tidak memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan ditutup tanpa toleransi. Keputusan ini diambil untuk melindungi penerima manfaat dari potensi bahaya pangan.
Saat ini, tercatat hampir 7.000 dapur yang belum memiliki SLHS. “Kalau nggak ada (SLHS), tutup dapurnya. Nggak ada tawar-tawar. Walaupun satu keracunan, mau satu, mau dua, itu anak kita. Ini bukan soal angka, ini soal keselamatan,” jelas Zulhas.
Meskipun demikian, Zulhas mengakui bahwa program MBG yang menargetkan 82,9 juta penerima ini masih menghadapi kekurangan dan permasalahan di berbagai aspek. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan yang masih ditemukan. “MBG ini melayani 82,9 juta orang, pekerjaan besar sekali. Pemerintah minta maaf memang belum berhasil, tapi beri kami waktu satu-dua bulan untuk merapikan,” tutupnya.
Ikuti Koridor.co.id
