Koridor.co.id — JAKARTA – Pendaftaran DPD RI Awards 2026 telah resmi ditutup pada Rabu, 23 Agustus 2026, pukul 23.59 WIB. Selama periode pembukaan yang dimulai sejak 27 Juli 2026, tercatat sebanyak 1.112 pendaftar telah mengirimkan usulan mereka.
Ajang penghargaan ini memiliki empat kategori utama, yaitu Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, dan Pelestari Budaya Daerah. Setelah proses pendaftaran ditutup, tim panitia akan melanjutkan ke tahap verifikasi usulan yang masuk.
Selanjutnya, nama-nama yang lolos tahap penyaringan akan diserahkan kepada Dewan Pakar DPD Awards 2026. Dewan Pakar akan melakukan pembahasan lebih lanjut sebelum akhirnya menetapkan para pemenang dalam rapat.
Kategori Penghargaan DPD RI Awards 2026
Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah: Kategori ini ditujukan bagi individu yang berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas akses belajar bagi masyarakat.
Inovator Teknologi Kesehatan: Penghargaan diberikan kepada tokoh yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium. Ini mencakup penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penggerak Desa Mandiri Pangan: Kategori ini fokus pada ketahanan pangan, diberikan kepada tokoh yang mendorong kemandirian pangan desa melalui pemanfaatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan.
Pelestari Budaya Daerah: Diberikan kepada individu yang berinovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah, serta berperan aktif mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Selain keempat kategori tersebut, DPD RI juga akan memberikan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, atau kelompok yang dinilai telah memberikan kontribusi konsisten dan berkelanjutan bagi daerah.
Ketua DPD Pastikan Proses Bebas Intervensi
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa seluruh proses DPD RI Awards berlangsung bebas dari intervensi. Ia menilai banyak tokoh dan pahlawan daerah yang potensinya belum terperhatikan dan belum masuk radar publik.
“Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar,” ujar Sultan dalam sebuah acara DPD RI Awards tahun sebelumnya.
Sultan menambahkan bahwa acara ini digelar untuk menjaring para pahlawan di daerah yang selama ini belum tersorot. Ia menyebut penghargaan ini juga merupakan aspirasi dari 152 anggota DPD yang mewakili sekitar 80 juta masyarakat daerah.
“Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau,” jelasnya.
Ia memastikan pimpinan DPD RI tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi penentuan pemenang. Sultan menyebut Dewan Pakar yang dilibatkan dalam penjurian sangat kapabel dan independen.
“Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara,” tutupnya.
Ikuti Koridor.co.id
