Koridor.co.id — JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) bukanlah sebuah supermarket. Ia menjelaskan, Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai infrastruktur pemerintah untuk mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos) dan barang bersubsidi.
“Koperasi ini bukan supermarket. Koperasi ini tugasnya sebagai infrastruktur pemerintah. Pemerintah kan punya bansos, barang-barang yang disubsidi, bantuan sosial, bunga yang disubsidi, nanti semua itu akan dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulhas dalam program #ZulhasBikinJelas bersama detikcom.
Lebih lanjut, Zulhas menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih juga bertujuan memotong mata rantai distribusi pupuk bersubsidi. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi para petani untuk mendapatkan pupuk yang mereka butuhkan.
“Misalnya setiap bulan PKH dapat bantuan beras untuk desil 1, 2, 3 dan 4. Nanti dibantu dikirim ke desa, nanti desa menentukan siapa yang dapat. Sekarang semua bantuan itu melalui Koperasi Desa Merah Putih. Ada juga subsidi pupuk. Pupuk ini banyak sekali rintangannya, ada tengkulak dan jaringannya banyak. Nah nanti dari pabrik pupuk langsung ke koperasi desa, dari koperasi langsung ke petani,” jelasnya.
Selain itu, Zulhas menyebutkan bahwa Kopdes Merah Putih juga disiapkan sebagai offtaker yang berperan menyerap hasil produksi masyarakat, seperti gabah. Hasil produksi tersebut kemudian dapat disalurkan melalui kerja sama dengan pihak terkait, termasuk Bulog.
“Dengan begitu, di desa ini ada pusat pergerakan pertumbuhan ekonomi. Kalau nggak gimana? mati dong desa kita,” tutupnya.
Ikuti Koridor.co.id
