— Jakarta – Ajaib turut serta dalam penguatan literasi dana pensiun melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ajaib untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Peresmian program PEKA yang berfokus pada peningkatan literasi dana pensiun ini berlangsung di Bandung pada Selasa, 18 Agustus 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli. Secara nasional, program ini diikuti oleh 1.426 penerima manfaat yang tersebar di 45 titik di seluruh Indonesia.

Dalam sesi edukasi yang diselenggarakan, Ajaib menghadirkan dua pakar keuangan, Ratih Mustikoningsih dan Miftahul Khaer. Mereka memberikan materi mendalam mengenai realita dana pensiun, pentingnya membangun pola pikir sebagai investor jangka panjang, serta strategi penyesuaian risiko investasi yang disesuaikan dengan usia menuju masa pensiun.

Edukasi ini dirancang untuk membantu para peserta memahami bahwa manfaat dari Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) merupakan pondasi krusial dalam mempersiapkan masa depan finansial. Agar kesejahteraan dapat terus terjaga dalam jangka panjang, manfaat tersebut perlu dilengkapi dengan perencanaan keuangan yang terukur.

Ajaib mengajak peserta untuk membangun pola pikir bahwa perencanaan dana pensiun tidak hanya berfokus pada potensi imbal hasil. Lebih dari itu, penting untuk membangun kebiasaan finansial yang konsisten, disiplin, dan selaras dengan profil risiko, kebutuhan, serta tujuan masing-masing individu. Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mampu membuat keputusan finansial yang lebih terukur dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga manfaat yang diterima hari ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup di masa mendatang.

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting konsumtif menjadi produktif, dan menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri. Untuk mendukung tujuan tersebut, pendampingan dan pembekalan menjadi penting,” ujar Saiful Hidayat dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Edukasi perencanaan keuangan dan dana pensiun yang dihadirkan Ajaib menjadi salah satu bentuk pendampingan yang dimaksud, membantu penerima manfaat mengelola manfaat yang diterima secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Direktur Utama Ajaib, Juliana, menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi penerima manfaat PEKA. Ajaib berharap edukasi ini dapat diterapkan secara konsisten oleh para penerima manfaat, sejalan dengan semangat Program PEKA yang mendorong pergeseran dari pola pikir konsumtif menjadi produktif demi mencapai kemandirian ekonomi jangka panjang.

“Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi bukan hanya tentang memperoleh penghasilan kembali tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk mengelola penghasilan tersebut secara bijak sehingga dapat menjadi manfaat jangka panjang. Bagi kami, keterlibatan dalam Program PEKA adalah bagian dari komitmen Ajaib membantu penerima manfaat mempersiapkan kesiapan finansial jangka panjang sekaligus mendukung inisiatif pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutupnya.