Koridor.co.id — Tangerang – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami penutupan sementara hingga pukul 09.30 WIB pada Minggu, 6 September 2026, menyusul adanya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini menyebabkan sejumlah penumpang tertahan di berbagai terminal bandara.
Pantauan di Terminal 3 Bandara Soetta pada pukul 07.00 WIB, keramaian penumpang terlihat di sekitar konter check-in. Bangku-bangku tunggu terisi penuh, bahkan sebagian penumpang terpaksa duduk di lantai. Antrean di konter check-in juga masih terpantau, dengan beberapa penumpang yang berusaha melakukan proses check-in.
Suara pengumuman mengenai penutupan sementara aktivitas bandara terdengar berulang kali. Penumpang diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penerbangan mereka.
“Aktivitas operasional penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara,” ujar suara pengumuman di lokasi. “Para penumpang diimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi lebih lanjut terkait perkembangan penerbangan.”
Salah seorang penumpang bernama Randi (29) yang berencana terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, menyatakan bahwa penerbangannya yang semula dijadwalkan pukul 11.00 WIB terpaksa dibatalkan. Ia mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai nasib penerbangannya setelah pembatalan tersebut.
“Ke Malaysia, jam 11. Tapi kena pembatalan juga,” kata Randi. “Belum. Masih ngambang. Cuma nggak tahulah ini kan tadi aku membaca operasional, apa ya, ditutup gitu. Nunggu 09.30 kali gitu doang.”
Otoritas Bandara Soetta melalui akun Instagram resminya mengonfirmasi perpanjangan penutupan operasional penerbangan hingga pukul 09.30 WIB. Penghentian ini dilakukan sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 sd 09.30 WIB,” demikian keterangan resmi otoritas bandara.
Ikuti Koridor.co.id
