Koridor.co.id — JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan tanggapan mengenai kemungkinan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa di Jakarta dan sekitarnya akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia menyatakan bahwa PJJ menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.
Qodari merujuk pada pengalaman sebelumnya terkait dampak bencana alam, seperti kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera. Menurutnya, penentuan kebijakan pendidikan, termasuk PJJ, sangat bergantung pada tingkat polusi yang terukur di masing-masing lokasi.
“Tapi bisa saya katakan di sini, bahwa berdasarkan pengalaman di tempat yang lain, misalnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan maupun di Sumatera, terkait dengan pendidikan itu yang sudah-sudah didasarkan kepada tingkat polusi ya, indikator polusi yang terjadi pada masing-masing lokasi,” ujar Qodari dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).
Ia menambahkan, jika tingkat polusi telah mencapai ambang batas berbahaya, maka pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan terkait pembelajaran siswa. “Dan apabila memang memenuhi atau sampai pada kriteria yang sudah berbahaya, maka diberikan ruang atau tempat kepada pemerintah daerah yang bersangkutan untuk melakukan pendidikan jarak jauh atau pembelajaran online,” jelas Qodari.
Qodari juga menyampaikan bahwa Bakom RI tengah mempersiapkan konferensi pers lanjutan yang akan melibatkan Kementerian Pendidikan. Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri juga akan dilakukan untuk mendapatkan pembaruan informasi dari daerah-daerah yang terdampak letusan Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menginformasikan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke lima provinsi. Kelima provinsi tersebut meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
“Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” papar Lana.
Lana Saria mengingatkan bahwa arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada arah dan kecepatan angin. Oleh karena itu, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan dan senantiasa mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Ikuti Koridor.co.id
