SOLOK – Masyarakat Jorong Taratak Teleang, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, akhirnya dapat menikmati akses telekomunikasi setelah penantian panjang. Pembangunan menara pemancar (base transceiver station/BTS) Telkomsel di wilayah yang sebelumnya masuk kawasan blank spot (tanpa jaringan) ini diresmikan pada Minggu (23/8).

Kehadiran sinyal telekomunikasi ini menjadi kabar gembira bagi warga Taratak Teleang yang berjarak tempuh berjam-jam dari Kota Padang. Dengan tersedianya jaringan, masyarakat kini tidak lagi kesulitan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi.

Bagi warga di daerah terpencil, sinyal bukan hanya sekadar fasilitas komunikasi, melainkan juga membuka pintu akses terhadap pendidikan, pelayanan publik, hingga peluang ekonomi. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengapresiasi kesabaran masyarakat Taratak Teleang yang telah lama menantikan pembangunan BTS ini.

Peresmian BTS Telkomsel tersebut turut dihadiri oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dan Manager Network Operation Padang Telkomsel, Andy Suhatril. Andre Rosiade menekankan bahwa pembangunan BTS ini merupakan bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.

Menurut Andre, pemerataan pembangunan tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup bagaimana masyarakat di daerah terpencil dapat terhubung dengan dunia luar melalui jaringan komunikasi. “Menurut saya masih banyak. Kita sudah bangunkan belasan, tapi faktanya masih ada blank spot,” ujar Andre dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8/2026).

Oleh karena itu, Andre meminta agar titik-titik yang masih mengalami blank spot terus didata bersama Pemerintah Kabupaten Solok. Data tersebut akan menjadi dasar untuk memperjuangkan pembangunan BTS berikutnya agar jangkauan jaringan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Andre mengungkapkan bahwa dari berbagai usulan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Telkomsel, enam BTS berhasil direalisasikan di sejumlah wilayah. Namun, ia memastikan bahwa upaya pembangunan ini tidak akan berhenti di situ.

Ia menambahkan, upaya menghadirkan BTS ini tidak terlepas dari komunikasi intensif yang dilakukan dengan jajaran Telkomsel. Andre menceritakan bahwa saat Jon Firman Pandu terpilih sebagai Bupati Solok dan belum dilantik, ia membawanya bertemu langsung dengan Direktur Utama Telkomsel untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan BTS bersama jajaran pemerintah daerah.

“Kalau memang masih kurang, kita akan tambah lagi,” tegas Andre.

Andy Suhatril membenarkan bahwa pembangunan BTS tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang kemudian diperjuangkan oleh Andre Rosiade. Aspirasi tersebut dibawa Andre ke tingkat pusat hingga akhirnya dapat direalisasikan oleh Telkomsel.

“Ini merupakan aspirasi masyarakat yang dibawa Pak Andre Rosiade ke pusat. Alhamdulillah sekarang bisa direalisasikan dan masyarakat Taratak Teleang sudah bisa menikmati layanan telekomunikasi,” ujar Andy.

Andy berharap masyarakat dapat ikut serta menjaga BTS yang telah dibangun. Menurutnya, keberlangsungan layanan sangat bergantung pada kondisi infrastruktur di lapangan. Oleh karena itu, warga diminta tidak hanya menjaga BTS dari aksi pencurian atau perusakan, tetapi juga memperhatikan kebersihan di sekitar lokasi.

“Kami meminta masyarakat bersama-sama menjaga BTS ini. Jangan sampai ada pencurian atau perusakan. Kebersihan di sekitar BTS juga harus dijaga, karena ini fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat,” kata Andy.

Sementara itu, Jon Firman Pandu mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan dukungan Andre Rosiade terhadap pembangunan di Kabupaten Solok. Menurutnya, kehadiran BTS di Taratak Teleang merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan jaringan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran BTS ini tentu sangat membantu masyarakat dan menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.

Bagi masyarakat Taratak Teleang, berdirinya BTS tersebut menjadi lebih dari sekadar pembangunan menara. Kehadiran sinyal membuka kesempatan bagi warga untuk berkomunikasi lebih mudah, mendapatkan informasi, mendukung pendidikan anak-anak, mengakses pelayanan pemerintahan, dan mengembangkan usaha.

“Peresmian BTS Telkomsel di Taratak Teleang menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan yang dikawal Andre Rosiade mulai menjangkau wilayah pelosok. Dari kawasan yang sebelumnya sulit terhubung, kini warga Taratak Teleang semakin dekat dengan dunia luar,” pungkasnya.