Koridor.co.id — Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu program unggulan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat adalah Program Beasiswa Pendidikan.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan penyaluran beasiswa kepada 4.000 pelajar dan mahasiswa dari berbagai kecamatan. Program ini merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan.
Salsabillah Claudia Larasati, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang merupakan warga Sidoarjo, merasakan langsung manfaat program beasiswa ini. Saat ini ia telah memasuki semester 7 perkuliahan.
Bagi Salsa, sapaan akrabnya, bantuan beasiswa ini sangat berarti dalam meringankan biaya pendidikannya. Ia menjelaskan bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan setiap semester hampir mencapai Rp 5 juta. “Beasiswa ini sangat membantu untuk membayar UKT. Karena UKT saya sendiri per semesternya hampir Rp 5 juta, jadi dengan beasiswa Rp 5 juta setahun bisa meringankan beban,” ujarnya.
Salsa menambahkan bahwa sebagian dana beasiswa yang belum terpakai ia simpan untuk kebutuhan kuliah lainnya, sehingga beban orang tua dapat berkurang. “Untuk sisanya masih ada di tabungan. Saya ambil beberapa ketika diperlukan untuk kebutuhan kuliah agar tidak membebankan orang tua,” katanya.
Ia berharap program beasiswa ini dapat terus berlanjut agar lebih banyak anak Sidoarjo yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya. “Semoga Pemkab Sidoarjo senantiasa memperhatikan pendidikan di Sidoarjo, baik dalam sektor sarana prasarana hingga bantuan untuk penunjang pendidikan lainnya. Banyak anak Sidoarjo yang berpotensi dan layak atas apresiasi,” harapnya.
Program beasiswa ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Sidoarjo Subandi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo pada 9 Juli 2026. Program ini menegaskan komitmen kepemimpinan Subandi-Mimik dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperluas akses pendidikan.
Pada periode kepemimpinan sebelumnya, Pemkab Sidoarjo telah menyalurkan sekitar 10 ribu beasiswa. Di bawah kepemimpinan Subandi-Mimik, target tersebut ditingkatkan menjadi 20 ribu beasiswa selama masa jabatannya.
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan, “Investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia. Kalau anak-anak kita memiliki pendidikan yang baik dan SDM yang unggul, mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo.”
Adapun rincian 4.000 beasiswa untuk tahun 2026 meliputi 1.000 penerima dari program Disporapar untuk kategori prestasi akademik dan nonakademik. Dinas Sosial menyediakan 1.000 beasiswa, terdiri dari 500 mahasiswa dan 500 siswa SMA/sederajat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan 1.500 beasiswa untuk anak yatim jenjang SD hingga SMP/sederajat. Sementara itu, 500 beasiswa lainnya diperuntukkan bagi bidang keagamaan.
Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo juga berupaya menekan angka anak putus sekolah dan mengatasi masalah pengangguran. “Kita harus memastikan setiap tahun angka anak putus sekolah terus berkurang. Jangan sampai pemerintah sudah memberikan kesempatan melalui beasiswa, tetapi setelah lulus justru masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena itu kualitas SDM harus terus kita tingkatkan,” tegas Subandi.
Ikuti Koridor.co.id
