Koridor.co.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Analis memperkirakan pergerakan indeks akan berada dalam kisaran support 6.570-6.505 dan resistance 6.700-6.770.
Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif dari bursa Wall Street yang ditutup melemah. Kenaikan probabilitas kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed menjadi penyebab utama sentimen negatif tersebut, terutama setelah dirilisnya data nonfarm payrolls bulan Agustus yang lebih baik dari perkiraan.
Data nonfarm payrolls Agustus menunjukkan penambahan sebanyak 162.000 pekerja, jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan hanya 53.000. Tingkat pengangguran sendiri bertahan di 4,1%, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Solidnya data nonfarm payrolls tersebut berdampak pada kenaikan imbal hasil obligasi dengan tenor dua tahun ke level tertingginya sejak Januari 2025. Probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed pun meningkat menjadi 58%, naik dari 49,4% sebelum data tersebut dirilis.
Meskipun demikian, kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, batubara, nikel, dan tembaga berpeluang memberikan sentimen positif bagi IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham CUAN, PTRO, DSNG, LSIP, BWPT, dan TINS untuk menjadi pilihan trading pada perdagangan Senin (7/9/2026).
Ikuti Koridor.co.id
