Koridor.co.id — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan teguran kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyusul insiden viral konvoi sejumlah kendaraan mewah yang menerobos kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Kejadian ini memicu perhatian publik dan respons cepat dari pemerintah daerah.
Menurut Pramono, terdapat lima kendaraan yang melintas beriringan di area CFD. Salah satu dari kendaraan tersebut teridentifikasi menggunakan lampu strobo, yang seharusnya tidak diperbolehkan di kawasan tersebut. Kendaraan-kendaraan ini diketahui masuk setelah palang pembatas CFD dibuka, meskipun penjagaan oleh petugas Satpol PP dan kepolisian telah dilakukan.
“Jadi kemarin itu sebenarnya sudah dihalau untuk keluar. Ada lima kendaraan yang beriringan dan salah satunya menggunakan lampu strobo,” ujar Pramono di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Ia menjelaskan bahwa sebelum memasuki area, kendaraan tersebut sempat ditutup aksesnya, namun mereka justru membuka palang pembatas yang dijaga petugas.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di kawasan SCBD segera mengambil tindakan dengan menghalau konvoi tersebut. Kendaraan-kendaraan itu kemudian diarahkan untuk keluar dari area CFD melalui perlintasan SCBD. “Melihat hal tersebut, petugas Dishub yang berjaga di SCBD atas nama Munajat langsung menghalau dan mengarahkan kendaraan untuk keluar dari Car Free Day melalui SCBD,” ungkapnya.
Pramono menyebutkan bahwa beberapa kendaraan yang terlibat dalam penerobosan CFD tersebut adalah jenis Toyota Fortuner dan Toyota Alphard. Saat ini, identitas pasti kendaraan beserta para penumpangnya masih dalam pendalaman lebih lanjut. Sebagian kendaraan tersebut dilaporkan menggunakan pelat nomor dinas berkode ZZ, yang memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kepemilikannya.
“Saat ini sedang dilakukan pendalaman, nanti pada saatnya akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya. Nanti pada saatnya nama-nama itu akan kami dalami karena kami belum mendapatkan nama-nama yang pasti, sebab nomornya itu pakai ZZ ya, beberapa,” jelasnya.
Gubernur Anung menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Ia secara langsung telah memberikan teguran kepada jajaran Satpol PP untuk bertindak lebih tegas dalam melakukan pengamanan di lapangan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di CFD. Sebelumnya, momen ini terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, menampilkan beberapa mobil mewah melintas di tengah keramaian warga yang berolahraga dan beraktivitas.
Ikuti Koridor.co.id
