— JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, Rabu (26/8/2026), setelah sebelumnya berada di Bali. Agenda utama Presiden di NTT adalah meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores pada 15 Agustus lalu.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo bertujuan untuk melihat dan merasakan secara langsung kondisi masyarakat di lapangan. Selain itu, kunjungan ini juga untuk memastikan penanganan bencana serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak gempa berjalan optimal. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen terkait dalam menangani bencana.

“Bapak Presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana,” ujar Prasetyo dalam keterangan resminya.

Prasetyo menambahkan bahwa dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gempa terus ditingkatkan. Berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana telah dikerahkan, termasuk Rumah Sakit (RS) KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut yang kini bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga juga telah ditempatkan di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.

Di tingkat daerah, beberapa rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan untuk memberikan pelayanan medis. Fasilitas tersebut meliputi RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa penanganan dampak bencana gempa di NTT tidak akan berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan proses pemulihan secara bertahap, termasuk tahap rekonstruksi. Fokusnya adalah membangun kembali infrastruktur yang rusak dan memulihkan kehidupan masyarakat agar dapat kembali normal.

“Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutup Prasetyo.